12 Adab Bergaul & 5 Adab Bercanda

By | December 7, 2015

Adab Bergaul

  1. Pahami hati orang lain dan jaga perasaannya. Jangan menghina atau mencela dan memanggil dengan sebutan yang buruk. (al-Hujurat : 11)
  2. Perhatikan kondisi orang lain, kenali karakter dan tata krama yang mereka anut, lalu bergaul dengan mereka, masing-masing dengan sepantasnya dan akhlaq sebaik-baiknya. (Al-Bukhari: 6035, Ahmad: 6468, Tirmidzi: 1975, 3421, Muslim: 771)
  3. Tempatkan orang lain pada kedudukannya dan hargailah.
  4. Perhatikan, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, dan tanyakan keadaan mereka dan jagalah rahasianya. (Tirmidzi: 1959, Abu Dawud: 4868, Ahmad: 14820, Bukhari: 6289, Muslim: 2482).
  5. Bersikaplah rendah hati kepada orang lain dan jangan takabbur. (Muslim: 2865, Abu Dawud: 4895, Ahmad: 8782, Tirmidzi: 2029, Malik 1885, Ad Darimi: 1676, Ibn Majah: 4179.
  6. Tersenyumlah ketika bertemu orang lain dengan bermuka manis. (Tirmidzi: 1964, 3551, Abu Dawud: 1510, 4790, Ahmad: 1998 Ibn majah: 3820).
  7. Berbicaralah sesuai dengan bahasa orang yang Anda ajak bicara, sesuai dengan kemampuan akal mereka.
  8. Berbaik sangka kepada orang lain dan tidak memata-matai mereka. Jauhi sifat iri, dengki, hasud, maupun adu domba. Bukhri: 6058,6065,5052, Muslim: 2526, 815, 2559 Ahmad: 7296,4905,11663 Tirmidzi: 2025, 1935, 1936, Abu Dawud 4872, 4910, Malik: 1864, 1682, 1684, 1885.
  9. Ma’afkan kekeliruan orang lain. Jangan cari kesalahan-kesalahannya, serta menahan rasa benci terhadap mereka. (As Syura: 37,40, Ali Imran: 134) Tirmi-dzi: 2021, 2029, Ahmad: 15210, 7165, Malik: 1885, Abu Dawud: 4777, Ibn Majah: 4186, Ad Darimi: 1676.
  10. Jadilah teman curhat yang baik dan hindari perdebatan serta berbantah-bantahan.
  11. Janganlah mengungkit-ungkit pemberian yang telah diberikan kepadanya (al-Baqarah: 262)
  12. Jagalah selalu perdamaian meskipun dengan sedikit memanipulasi. (HR. Tirmidzi: 2509, 1938, Abu Dawud: 4920, 4962, Al-Bukhari: 2692, Muslim: 2692, Ahmad: 17824, 26727, 26962)

Adab Bercanda

  1. Berhati-hatilah, hendaknya materi bercanda jangan mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam.  Allah berfirman tentang orang-orang yang memperolok-olokkan shahabat Nabi, yang ahli baca Al-Qur`an yang artinya:

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (At-Taubah: 65-66)

  1. Jangan sampai bercanda mengandung dusta maupun mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Rasulullah bersabda, “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah.” (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani)
  1. Bercanda jangan sekali-kali mengandung unsur menyakiti perasaan seseorang. Rasulullah bersabda, “Janganlah seseorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika ia telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikannya kepadanya.” (HR. Ahmad dan Abu Daud; dinilai hasan oleh Al-Albani).
  1. Jangan bercanda terhadap orang yang lebih tua atau terhadap orang yang tidak mau diajak bercanda atau tidak dapat menerimanya, atau terhadap perempuan yang bukan mahram.
  1. Jangan terlalu sering melakukan canda sehingga menjadi kebiasaan atau wibawa Anda akan jatuh yang akhirnya mudah dipermainkan orang lain.

(Sumber: https://syahdotme1.wordpress.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *