15 Adab Berbicara

By | December 7, 2015
  1. Pikirkan dulu sebelum bicara. Hanya dalam hal kebaikan.
  2. Bicara tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah dengan ungkapan yangjelas, dapat dipahami dan tidak dibuat-buat. “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Lukman :19)
  3. Bicarakan hanya hal yang berguna. Rasulullah menyatakan “Termasuk baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
  4. Jangan bicarakan apa semua yang didengar. Rasulullah bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)
  5. Hindari berdebat dan saling membantah, sekalipun benar. Jauhi perkataan dusta meskipun bercanda. Rasulullah bersabda, “Aku menjadi penjamin sebuah istana di taman Surga bagi siapa saja yang menghindari perdebatan sekalipun ia benar; dan penjamin istana di tengah-tengah Surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
  6. Tenang dan tidak terburu-buru. Aisyah menuturkan, “Sesungguhnya apabila Nabi membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya.” (Muttafaq ’alaih).
  7. Hindari perkataan tak senonoh. Rasulullah bersabda, “Bukankah seorang mu’min (jika ia) pencela, pengutuk atau yang keji pembicaraan-nya.” (HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan dishahihkan oleh Al-Albani).
  8. Jangan memaksakan diri dan mengumbar dalam berbicara. “Sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan orang-orang yang mutafaihiqun. “Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulllah, apa arti mutafaihiqun?” Nabi menjawab, “Orang-orang yang sombong.” (HR. At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).
  9. Jauhi ghibah (menggunjing) dan namimah (mengadu domba).
  10. Dengarkan orang lain dan tidak mengintervensi. Jangan menunjukkan kita mengetahui segala apa yang dibicarakan lawan bicara, serta jangan menganggap rendah pendapatorang lain.
  11. Jangan mendominasi pembicaraan, berikanlah waktu kepada orang lain untuk berbicara.
  12. Hindari perkataan kasar, dan ucapan yang menyakitkan perasaan. Jangan mencari kesalahan dari kekeliruan pembicaraan orang lain, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.
  13. Hindari mengejek dan memperolok-olok orang lain.
  14. Jangan bersumpah selain dengan nama Allah.
  15. Jangan mencaci dan menyalahkan waktu.

(Sumber: https://syahdotme1.wordpress.com/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *