Amal Jariyah Dengan Menulis

By | October 11, 2015

Amal jariyah ibarat passive income. Kerja hanya 1x tapi pahalanya terus mengalir tak berkesudahan. Sayangnya, banyak yang terlalu mempersempit penerapannya. Amal jariyah hanya membangun masjid atau menyumbang pesantren saja.

Jika Anda memiliki uang berlebih, tidak ada salahnya. Tapi, tidak semua saudara-saudara kita memiliki kelapangan rezeki dalam bentuk materi. Mereka mungkin memiliki keahlian lain yang bisa menjadi amal jariyah.

 

amal jariyah

Mendulang Amal Jariyah Melalui Tulisan

“Katakanlah: ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).” (QS. Al-Kahfi: 109)

‘Umar bin Al-Khaththab menganjurkan umat Islam untuk menulis ilmu-ilmu syar’i. Beliau berkata, “Ikatlah ilmu dengan menulis.”

Imam Ibnu Al-Jauzi bahkan memandang bahwa menulis memiliki lebih banyak manfaat tersendiri daripada mengajar secara lisan.

Menulis itu ibarat mendapat passive income, pahalanya terus mengalir meskipun penulisnya tidak lagi menulis atau bahkan telah meninggal dunia.

Manfaat menulis insyaAllah akan terus mengalir hingga ratusan tahun.

Kita yang tidak terlahir satu zaman dengan Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Nawawi masih dapat mengambil manfaat dari tulisan-tulisan mereka.

Seorang penulis bukanlah komedian. Untuk mendulang pahala dari menulis, kita tidak harus menghibur audiens.

Adakalanya kita perlu memberikan peringatan, dan adakalanya memang kita perlu memberikan kabar gembira. Sebagai penulis, kita harus berani menantang pembaca dan membuat logika berfikir mereka sedikit terganggu.

Tidak jarang, kita bahkan harus melawan apa yang tidak lazim di masyarakat dan menentang status quo. Bagaimana mungkin kita akan menghasilkan tulisan yang berkualitas jika yang ada di pikiran hanya ingin membuat pembaca senang.

Bebaskan diri dari niat-niat tersembunyi dan berharap hanya mendapatkan ridha Allah Swt semata.

Mungkin akan banyak yang tidak akan suka, tapi tidak mengapa. Suatu saat, ada pembaca yang akan berterima kasih kepada Anda karena telah menulis dengan jujur dan mengingatkan mereka.

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Luqman: 27)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *