Amalan Untuk Kesuburan Pria dan Wanita

By | December 7, 2015

“…Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai- sungai”. (QS Nuh : 10 – 12)

Ini kisah yang berasal dari status FB Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri MA.

Sebuah kisah menarik dari negeri Kuwait.

Kisah yang dialami oleh seseorang yang bernama Abu Yusuf  dan isterinya.

Disampaikan langsung kepada Syaikh Khalid As-Sulthan, seorang syeikh yang juga berasal dari Kuwait.

Abu Yusuf menceritakan kabar gembira yang beliau alami kepada syaikh seusai beliau menyampaikan ceramah tentang fadhilah istighfar, di Mekkah pada suatu musim haji.

Abu Yusuf memulai ceritanya kepada syaikh.

Beberapa tahun lalu saya telah menikah, namun setelah menikah cukup lama, kami tidak kunjung dikaruniai keturunan.

Hal ini membuat kami sedih, lalu saya dan istripun melakukan berbagai upaya dengan mendatangi setiap dokter spesialis yang kami dengar mungkin bisa membantu dalam masalah kami ini.

Namun semua usaha itu belum juga menunjukkan hasil yang kami harapkan.

Kami tidak berputus asa, dan tetap menyimpan harapan besar kepada Allah.

Karena kami yakin Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tapi kami belum menemukan jalan, cara, sarana dan titik terang yang bisa meyakinkan kami demi terpenuhinya harapan indah bagi setiap pasangan suami istri tersebut.

Hingga pada suatu hari ketika saya sedang menyimak siaran radio Idza’atul Qur’an Al-Karim (dari Arab Saudi)…

…kami mendengar seorang syaikh sedang membaca firman Allah dalam surah Nuh ayat 10 – 12, dan diantara yang disampaikan oleh beliau saat menjelaskan tentang tafsir ayat tersebut adalah bahwa, istighfar merupakan jalan dan cara terbaik untuk memperoleh keturunan.

Kalimat seperti itu adalah sesuatu yang kami cari-cari selama ini. Kalimat tersebut langsung melekat di hati saya.

Dan saat sampai di rumah, saya langsung menyampaikan apa yang saya dengar itu kepada istri saya. Lalu kami pun bersepakat untuk menggunakan terapi Ilahi ini, terapi istighfar.

Selanjutnya kami pun mulai mencari-cari lafadz istighfar dan doa-doa istighfar di dalam al-Qur’an dan Hadis.

Setelah itu kami lantunkan dzikir dan doa istighfar siang dan malam, dengan pelan dan keras, terus menerus, tanpa mengenal lelah dan dengan hati yang penuh harap.

Hari demi hari, hari berganti minggu, minggu berganti minggu.

Kami terus melantunkan dengan harap-harap cemas, kami cemas Allah tidak berkenan mengabulkan niat kami, tapi kami juga terus berharap agar Allah bermurah kepada kami.

Dan subhanallah, yang kami tunggu-tunggu selama bertahun-tahun menikah akhirnya datang juga. Istri tercinta langsung hamil pada bulan pertama kami memulai istighfar khusus tersebut.

Tidak bisa digambarkan betapa bahagia dan syukur kami.

Kami sangat bersyukur Allah masih bermurah kepada kami dengan mengkaruniai isteri saya kehamilan.

Setelah itu semuanya berjalan normal sampai Ummu Yusuf dengan lancar melahirkan putra pertama yang kami beri nama: Yusuf.

Alhamdulillah..!

Tidak berhenti sampai disitu.

Begitu istri saya lepas dari masa nifasnya, saya berkata kepadanya:

Ya Ummu Yusuf, mari beristighfar lagi untuk anak kedua.

Dan kamipun mengulang istighfar khusus kami seperti kali pertama.

Dan keajaiban terulang kembali.

Ummu Yusuf pun hamil untuk kedua kalinya, juga pada bulan pertama dari istighfar khusus kedua kami.

Allahu Akbar walillahil hamd.

Dan putra keduapun lahir dengan lancar, selamat dan sehat! Kami bersyukur dan memuji-Mu ya Allah!

Tidak berhenti sampai disitu.

Seusai nifas yang kedua ini, saya berkata lagi kepada Ummu Yusuf:

Isteriku mari mulai beristighfar lagi untuk anak ketiga kita.

Dan berikutnya, sesuai kesepakatan, kami lalu mengulang bacaan istighfar khusus kami untuk yang ketiga kalinya.

Dan lagi-lagi subhanallah, walhamdu lillah, wala ilaha illah, wallahu akbar.

Istri saya hamil anak ketiga, juga di bulan pertama dari istighfar khusus kami untuk kali yang ketiga.

Sesudahnya semua berjalan normal seperti biasa.

Dan anak ketigapun lahir dengan sehat seperti kedua kakaknya.

Maka hampir lengkaplah kebahagiaan kami dengan tiga anak laki-laki yang lahir berurutan dalam rentang waktu kurang dari tiga tahun.

Nah, begitu selesai masa nifasnya yang ketiga, kali ini gantian istri saya yang buru-buru berkata kepada saya: Cukup dulu ya Abu Yusuf !,

Tolong tahan dan hentikan dulu istighfar-nya yang dengan niat khusus untuk tambahan anak.

Tunggu dulu sampai anak-anak beranjak besar.

Maka kamipun berhenti sementara dari istighfar khusus kami untuk memperoleh keturunan.

Abu Yusuf masih meneruskan penuturannya kepada Syaikh Khalid As-Sulthan:

Dan ketika anak-anak beranjak agak besar, saya berkata kepada Ummu Yusuf istri saya:

Alhamdulillah kita sudah dianugerahi tiga orang anak laki-laki.

Dan rasanya tidak salah dan tidak berlebihan jika kita masih berharap kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita seorang putri yang cantik!

Maka mari memulai istighfar kita lagi dengan niat khusus dan pamrih spesial kepada Allah kali yang keempat ini untuk mendapatkan seorang anak perempuan!

Sesaat Abu Yusuf diam…sehingga Syaikh Khalidpun berkomentar singkat:

Semoga Allah segera memberimu anak perempuan, sebagaimana telah mengaruniakan kepadamu tiga anak laki-laki, wahai Saudara-ku!

Tak berselang lama Abu Yusuf lalu menimpali:

Perlu saya berbagi kabar gembira ya Syaikh…!

Sekarang saya disini menunaikan ibadah haji, ketahuilah saat ini juga istri saya sedang nifas yang keempat bersama putrinya yang baru dilahirkannya…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *