Apakah Rezeki Manusia Sudah Ditentukan?

By | December 9, 2015

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada ilah (sesembahan yang berhak) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (QS. Fathir: 3)

Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ankabut: 60).

Sebagian orang bertanya,

Bagaimana mungkin semua rezeki datang dari Allah, padahal aku bisa menambah pekerjaan dalam sehari agar mendapat rezeki yang lebih banyak?

Bagaimana mungkin rezeki itu telah ditentukan dan telah tertulis untukku sehingga aku tidak bisa turut (andil) dalam menambah atau menguranginya?

Apakah ada kitab yang membahas tuntas perkara ini untuk dapat menghantarkan kami pada pemahaman yang benar?

Jawab: Rezeki adalah dari Allah dalam hal pengadaan, penentuan kadar dan pemberian, dalam bentuk usaha maupun sebab (yang Allah jadikan untuk hamba).

Dan hamba yang mengambil sebab tersebut, apapun bentuknya, yang sulit atau yang mudah, sedikit atau banyak.

Allah menakdirkan dan mengadakan sebab-sebab tersebut sebagai bentuk karunia dan rahmat-Nya (terhadap hamba).

Maka rizki dinisbatkan kepada Allah dalam hal penentuan dan pemberian rizki tersebut (kepada yang Allah kehendaki).

Sedangkan ia dinisbatkan kepada hamba dalam hal pengambilan sebab dan usaha (untuk mendapatkannya).

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah simpanannya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.” (QS. Al Hijr: 21)

Syaikh As Sa’di rahimahullah menerangkan, “Seluruh rezeki dan ketentuannya hanya Allah yang semata-mata memilikinya. Simpanan rezeki tersebut adalah di tangan Allah. Allah-lah yang memberi pada siapa yang Allah kehendaki, Allah pula yang menghalangi rezeki tersebut pada yang lain sesuai dengan hikmah dan rahmat-Nya yang luas. Setiap rezeki termasuk di dalamnya adalah hujan, Allah turunkan sesuai dengan kadanya. Tidak mungkin rezeki tersebut lebih atau kurang dari yang telah Allah tentukan.” (Tafsir As Sa’di, hal. 452).

Fatawa lil Lajnah ad-Da’imah 1/68.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *