Apakah Takdir Bisa Berubah?

By | November 4, 2015

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” (QS. Al Hadiid:22-23)

Beriman kepada takdir bukan berarti meniadakan usaha manusia untuk berbuat. Setiap manusia mengetahui bahwa dirinya memiliki kehendak dan kemampuan untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu.

“Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.” (QS. An Nabaa’:39)

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta’atlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu . Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. At Taghobun :16)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya….”(QS. Al Baqoroh:286)

Meskipun demikian, semuanya terjadi atas kehendak Allah Swt Hal ini karena semuanya adalah milik Allah maka tidak ada satu pun dari milik-Nya itu yang tidak diketahui dan tidak dikehendaki oleh-Nya.

(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. At Takwiir:28-29)

Beberapa sumber menunjukan bahwa umur, ajal, dan rizki seseorang bisa dirubah dengan amalan tertentu sebagaimana sabda Rasulullah Saw,

Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung silaturahmi. (HR. Bukhari no. 5640 dan Muslim no. 2557)

Rasulullah Saw juga bersabda:

“Tidak ada yang merubah takdir kecuali doa dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan.” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)

Tapi bukankah takdir sudah dicatat jauh sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Apakah ini berarti takdir bisa dirubah?

Allah Swt memberikan jawabannya di Al Quran sebagaimana firman-Nya berikut:

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauhul Mahfuzh).” (Qs. Ar Ra’du: 39)

Menurut Dr Sulaiman Al Asyqor dalam bukunya Al Qadha Wal Qadar hal. 67, penetapan takdir terbagi menjadi dua. Pertama yang tertulis di Lauhul Mahfudz dan yang tertulis di lembarang lembaran yang dibawa oleh para malaikat.

Surat Ar Rasul’du ayat 39 di atas menjelaskan bahwa Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki dalam lembaran lembaran yang berada di tangan malaikat. Allah Swt memiliki Lauhul Mahfudz sebagai induk kitab.

Apa yang berubah di lembaran para malaikat akan sesuai dengan apa yang ditulis di Lauhul Mahfudz. Artinya setiap perubahan pasti terdapat di dalam buku induk, Lauhul Mahfudz.

Contohnya Allah menjadikan amalan menyambung tali silaturahmi sebagai penyebab dilapangkannya rezeki dan bertambahnya umur seseorang. Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan baginya rezekinya atau ditambahkan baginya umurnya, maka hendaklah dia menyambung rahimnya (silaturahmi).” (HR. Bukhari 2067 dan Muslim 2557)

Sebaliknya, melakukan kemaksiatan dapat membuat rezeki seseorang menjadi sempit. Dari Tsauban radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah ada (amalan) yang dapat menambah umur kecuali berbuat bakti, tidaklah ada (amalan) yang dapat menolak takdir kecuali doa, dan sesungguhnya seseorang itu terhalang (dari kelapangan) rezeki karena kesalahan yang dia lakukan.” (HR Ibnu Majah 90)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *