Artis Pendatang Baru di Keluarga Kami

By | October 13, 2015

Artis pendatang baru itu begitu menggoda ayahku…

artis pendatang baru

Siapakah Si Artis Pendatang Baru Ini?

Beberapa bulan sebelum aku lahir, ayahku bertemu sosok asing yang baru pertama kali datang ke kota kami.

Sejak pertama kali menatapnya, ayah sudah terpesona dengannya.

Ayahpun tak kuasa segera mengundangnya untuk tinggal bersama keluarga kami.

Orang asing itu dapat menarik hati keluarga kami.

Beberapa bulan kemudian, akupun lahir ke dunia dan orang-orang di rumahku begitu antusias menyambut tangisan pertamaku.

Namun, artis pendatang baru itu hanya diam saja, asik dengan dunianya.

Aku tidak pernah mempertanyakan tempatnya di keluargaku. Aku pikir, ia memiliki ketertarikan khusus.

Anehnya, ayah selalu membela dan menemaninya.

Orang asing itu seperti pendongeng di rumah kami. Dia akan membuat kita terpesona selama berjam-jam dengan petualangan, misteri dan komedi yang diceritakannya.

Jika saya ingin tahu masalah apapun terkait politik, sejarah atau ilmu pengetahuan, ia selalu punya jawaban.

Ia mengerti permasalahan sekarang dan bahkan terkadang mampu memprediksi hal-hal yang akan terjadi di masa depan!

Akupun mulai jatuh hati padanya.

Dia mampu membuatku tertawa di satu waktu dan memaksaku menangis di waktu lain akibat ulahnya.

Orang asing itu tidak pernah berhenti berbicara, tetapi ayah tampaknya tidak keberatan.

Kadang-kadang, Ibu suka jengkel mendengarkan apa yang orang asing ini katakan.

Akhirnya, ibuku sering mengurung diri di kamarnya dan menyibukkan membaca buku-buku favoritnya.

Sesekali ibu sempat berkata bahwa ia menyesal telah mengizinkan orang asing ini hadir di tengah-tengah keluarga kami. Tapi nasi telah menjadi bubur.

Mengusirnya juga bukan solusi terbaik.

Ayah memiliki aturan ketat di rumah kami, tetapi orang asing itu seolah tidak pernah peduli untuk menghargai semua aturan yang ada di rumah kami.

Misalnya saja merokok, tidak ada satupun orang di rumah kami yang diizinkan untuk merokok.

Meskipun tamu-tamu ayah banyak yang merokok, ketika mereka berkunjung ke rumah, semuanya mematikan rokok mereka.

Tapi si artis pendatang baru ini sangat senang berbuat sesukanya, ia kerap mengundang teman-temannya yang perokok berat dan bahkan sesekali mengeluarkan kata-kata kotor.

Dia membuat rokok terlihat keren, cerutu menjadi simbol kejantanan dan berkata kotor seakan sudah menjadi hal yang lumrah.

Dia berbicara secara bebas tentang seks, komentarnya kadang-kadang tidak memperhatikan kalau ada anak di bawah umur seperti saya di dalam ruangan.

Waktu demi waktu, ia menentang nilai-nilai yang dianut keluarga kami.

Namun ayah lagi lagi jarang menegurnya dan tidak pernah memintanya untuk meninggalkan rumah.

Lebih dari lima puluh tahun telah berlalu sejak orang asing itu pindah dan tinggal bersama keluarga kami.

Dia telah membaur menjadi bagian tak terpisahkan keluarga kami, tapi kini ia tidak lagi menarik seperti pada awalnya.

Jika Anda berjalan ke rumah orangtuaku hari ini, Anda masih dapat menemukannya duduk manis di sisi pojok ruangan berdampingan dengan mesin jahit usang, menunggu seseorang untuk mendengarkannya berbicara dan menonton segala tingkah lakunya.

Artis pendatang baru ini, siapakah namanya?

Kami hanya memanggilnya … “TV.”

Kini dia memiliki seorang adik perempuan.

Kami menyebutnya “Smartphone.”

 

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *