Belalang Emas

By | October 24, 2015

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Saad: 44)

Kisah Nabi Ayyub memberikan pelajaran berharga bagi orang-orang yang sedang mengalami cobaan, baik fisik, harta, maupun anak keturunannya.

Nabi Ayyub diuji oleh Allah dengan cobaan yang lebih berat, lalu dia bersabar sehingga Allah menyembuhkannya kembali.

“(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (Al-Anbiyaa’: 83)

Nabi Ayyub adalah seorang yang kaya raya, mempunyai banyak kekayaan dalam bentuk binatang ternak maupun tanah pertanian yang membentang di daerah Huran.

Selain itu, dia juga mempunyai anak dan anggota keluarga yang sangat banyak.

“Sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS.Al-Anbiyaa’: 84)

Semua kekayaan itu kemudian diambil oleh Allah Swt, ia juga diuji dengan berbagai macam penyakit, sehingga tidak ada satu pun anggota tubuhnya yang sehat selain hati dan lidahnya yang selalu berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Nabi Allah Ayub diuji dengan musibah tersebut selama delapan belas tahun, dimana keluarga dekat serta keluarga jauh telah menolak dan mengusirnya.

Tapi berkat kesabarannya, Allah Swt mengangkat penyakitnya dan memberikan balasan yang jauh lebih baik.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda,

“Ketika Nabi Ayyub mandi telanjang, di hadapannya berjatuhan sekelompok belalang dari emas. Nabi Ayyub segera mengumpulkannya dengan bajunya. Allah menegurnya, ‘Wahai Ayyub, bukankah Aku telah mencukupkan dirimu dengan apa yang engkau lihat?’ Ayyub menjawab, ‘Betul ya Allah, tetapi aku tidak bisa berpaling dari barakah-Mu’.” (HR. Ahmad, II/312, Ibnu Hibban, 6229, Abdurrazzaq no. 20403 dan At-Tirmidzi no. 3977).

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *