Bi’ah Sayyi’ah Pemicu Kesulitan Hidup

By | December 9, 2015

Bertempat tinggal di lingkungan yang buruk (bi’ah sayyi’ah) acapkali menjadi pemicu sirnanya kebahagiaan dan ketentraman hidup.

Termasuk juga, saat kita memiliki tetangga yang buruk.

Insting social kita akan kurang mendapat penyaluran yang positif dan konstruktif…

…karena terbentur oleh fakta kelamnya profil tetangga dan lingkungan kita.

Padahal manusia, termasuk seorang mukmin, jelas tak bisa hidup sendirian, tanpa berinteraksi social dengan masyarakat sekitarnya.

Sebab ini adalah kodrat alamiah manusia sebagai mahkluk social.

Lalu bagaimana solusinya jika kita mendapati tempat tinggal kita ternyata termasuk ke dalam lingkungan yang buruk?

Pertama, tetap bertahan tinggal di situ, jika kita mampu mengadakan perubahan dan perbaikan serta tidak terpengaruh dengan keburukan akhlak tetangga.

Sebuah medan dakwah terbentang luas, yang menuntut kiprah kita di dalamnya.

Kedua, jika kondisinya sudah sangat kritis, di satu sisi agenda dakwah kita terasa tidak berguna, dan di sisi lain kita khawatir jika akhlak buruk tetangga akan mempengaruhi keimanan keluarga dan perilaku anak-anak kita.

Maka hijrah, pindah dari lingkungan buruk itu bisa menjadi pilihan yang terbaik bagi kita.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Salah satu doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah,

اللّهُمَّ! إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ فِي دَارِ الْمُقَامِ فَإِنَّ جَارَ الدُّنْيَا يَتَحَوَّلُ

’Allahumma inni a’uuzubika min jaaris-su`i fi daaril-muqaam fa inna jaarad-dun-ya yatahawwal.’ [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di akhirat karena tetangga di dunia akan senantiasa berubah-ubah].” (Hasan) Lihat Ash Shahihah (1443): [An Nasa’i: 50-Kitab Al Isti’adzah, 42-Bab Al Isti’adzah min Jaaris Suu’]

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab : “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu?” Orang-orang itu tempatnya Neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). Mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.”(An-Nisaa’ : 97-99)

(Dikutip dari buku Agar Pernikahan Seindah Impian karya Muhammad Albani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *