Bolehkah Meminum Khamr Zero Percent Alcohol?

By | December 18, 2015

Ketika dulu tinggal di Inggris, saya pernah menerima hadiah wine dengan kadar 0 persen alkohol.

Wine ini kami dapat dari seorang kawan British yang mengetahui bahwa orang-orang Muslim tidak meminum wine.

Seketika mendapatkan wine dengan kandungan alkohol nol persen, teman bule kami ini merasa rasa wine-nya kurang “nendang” untuk ukuran orang bule.

Iapun memberikannya kepada kami karena menyangka bahwa wine tanpa alkohol pasti tidak akan memabukkan.

Setelah kami selidiki, ternyata kandungannya tidak sepenuhnya 0%, di bagian belakang botol tertulis 0,000134%.

Wine dan bir secara umum adalah minuman yang beralkohol.

Dengan perkembangan zaman, proses pengolahannya mampu membuang kandungan alkohol di dalamnya.

Tapi perlu diingat, proses pembuangan alkohol ini tidak benar-benar 100% membuang semua alkohol yang ada.

Jadi, meskipun nol koma nol, tetap saja ada kandungan alkoholnya yang tersisa.

Dan terkait perihal ini.

Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ pernah merilis hukum meminum bir dengan tulisan bebas alkohol.

Jawabannya sangat sederhana.

Hal ini terdapat di dalam hadits berikut ini.

“Sesuatu yang apabila banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitnya dinilai haram.” (HR. Abu Daud no. 3681, At Tirmidzi no. 1865, An Nasa-i no. 5607, Ibnu Majah no. 3393. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Ghoyatul Marom 58)

Untuk mengetahui bahwa suatu zat itu memabukkan atau tidak, syaratnya ada dua:

[1] Membuat peminumnya “melayang” (merasakan nikmat seperti orang yang kecanduan)

[2] Membuat hilang kesadaran.

MUI sendiri telah memfatwakan bahwa khamr dengan kandungan nol persen alkohol tetap haram.

Salah satu alasannya adalah karena hal ini bisa mengajarkan umat muslim untuk terbiasa meminum khamr.

Wallahu’alam. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *