Celaka, Celaka, Celaka!

By | November 6, 2015

“…Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…”  (QS Al ‘Ankabut: 8)

Islam menempatkan orang tua dalam posisi yang tinggi.

Di dalam Al Quran, perintah Allah Swt untuk berbuat baik kepada orang tua dibarengi dengan larangan untuk tidak menyembah kepada selain-Nya.

“Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (An Nisa: 36)

Di ayat yang lain, Allah Swt berfirman,

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isro’: 23)

Saking besarnya kedudukan orang tua di dalam agama ini, sampai-sampai Rasulullah Saw mengutamakan bakti kepada keduanya melebihi jihad fi sabilillah. Ibnu Mas’ud berkata,

“Aku pernah bertanya kepada Rosulullah, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Allah.’” (HR. Al Bukhori no. 5970)

Meskipun demikian, tidak ada ketaatan kepada kedua orang tua jika hal itu menyangkut perbuatan syirik mempersekutukan Allah Swt. Walaupun begitu, seorang anak tetap harus memperlakukan keduanya dengan baik sebagaimana firman Allah Swt berikut,

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al ‘Ankabut: 8)

Dan berbuat durhaka kepadanya termasuk salah satu dosa besar. Dalam hadis Abi Bakrah, beliau bersabda,

“Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori)

Bahkan perkataan “ah” saja dilarang jika diucapkan kepada keduanya. Apalagi sampai menyakiti ayah ibu hingga menangis.

Ibnu ‘Umar menegaskan,

“Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari)

“Celaka, celaka, celaka, (shahabat) bertanya: Siapa ya Rasulullah? Siapa yang mendapatkan kedua orang tuanya di masa tua, salah satunya atau keduanya, tapi dia tidak masuk syurga.” (HR.Muslim)

Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang durhaka dan menyia-nyiakan orang tua.

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *