Cobaan Dari Allah Dalam Bentuk Harta

By | December 2, 2015

Cobaan dari Allah SWT bisa berbentuk dalam kelebihan harta. Ujian ini tidak lebih mudah dari kemiskinan. Allah mengingatkan manusia agar jangan lemah dalam menghadapi ujian  harta baik dalam bentuk kemiskinan maupun kekayaan.

cobaan dari allah

sumber gambar: rumarahmah

(Baca artikel populer sebelumnya: Manfaat dan Keutamaan Silaturahim)

Cobaan Dari Allah

Kisah berikut adalah cerita nyata yang bersumber dari sebuah hadis sahih yang tercantum dalam kitab hadis Imam Bukhari dan Muslim. Semoga hikmah yang terkandung di dalamnya dapat memberikan pelajaran berharga untuk kita semua.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dari Abu Hurairah r.a. bahwa beliau mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: penderita lepra, orang berkepala botak, dan orang buta.  Allah Swt. mengirim malaikat untuk menguji tiga orang cacat tersebut. Malaikat pertama datang  pada penderita lepra. 

”Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?” Tanya Malaikat.

Si lepra menjawab, “Rupa yang elok, kulit yang indah, dan apa yang telah menjijikkan orang-orang ini hilang dari tubuhku.” 

Malaikat mengusap penderita lepra dan hilanglah penyakit yang dideritanya. 

Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?’ Ia menjawab, ‘Unta atau sapi.” Maka diberilah ia seekor unta yang bunting.

Malaikat kemudian mendatangi orang berkepala botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling kamu inginkan?” 

Si botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilang dari kepalaku apa yang telah menjijikkan orang-orang.” Maka diusaplah kepalanya dan ketika itu hilanglah penyakitnya serta diberilah ia rambut yang indah.

Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, “Kekayaan apa yang paling kamu senangi?” 

“Sapi atau unta,“ jawab si botak. Maka diberilah ia seekor sapi bunting.

Malaikat kemudian mendatangi si buta dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling kamu inginkan?” 

Si buta menjawab, “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang-orang.” Maka diusaplah wajahnya dan ketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya. 

Malaikat pun bertanya lagi kepadanya, “Lalu, kekayaan apa yang paling kamu senangi?” Jawabnya, “Kambing.” Maka diberilah seekor kambing bunting.

Waktu telah berlalu. Ketiga orang itu telah maju. Ternak mereka telah berkembang biak. Hingga datanglah Malaikat itu menyerupai penderita lepra.

“Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rezeki) dalam perjalananku sehingga aku tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang elok, kulit yang indah, dan kekayaan ini, aku meminta kepada anda seekor unta saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.”  

Namun jawaban si lepra begitu mengejutkan, “Hak-hakku (tanggunganku) banyak.”

Malaikat yang menyerupai orang penderita lepra itu pun berkata kepadanya, “Sepertinya aku mengenal Anda. Bukankah Anda ini yang dulu menderita lepra dan orang-orang jijik kepada Anda? Lagipula, bukankah sebelumnya Anda orang melarat lalu Allah memberi Anda kekayaan?” 

Dia malah menjawab, “Sungguh, harta kekayaan ini hanyalah aku warisi turun-temurun dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat.” Maka malaikat itu berkata kepadanya, “Jika Anda berkata dusta, niscaya Allah mengembalikan Anda kepada keadaan Anda semula.”

Malaikat kemudian mendatangi orang yang sebelumnya botak dan berkata sebagaimana ia katakan pada orang yang pernah menderita lepra. Namun, ia ditolaknya sebagaimana telah ditolak oleh orang pertama itu. Maka malaikat berdoa dengan doa yang sama sebagaimana orang pertama.

Terakhir, si Malaikat mendatangi orang yang sebelumnya pernah buta. “Aku seorang miskin, kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rezeki) dalam perjalananku ini sehingga aku tidak akan dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan Anda, aku meminta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.” 

Orang itu menjawab, “Sungguh, aku dahulu buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka, ambillah apa yang Anda sukai dan tinggalkan apa yang tidak Anda sukai. Demi Allah, sekarang ini aku tidak akan mempersulit Anda dengan meminta mengembalikan sesuatu yang telah Anda ambil karena Allah.” 

Malaikat yang menyerupai orang buta itupun berkata, “Peganglah kekayaan Anda karena sesungguhnya kalian ini hanyalah diuji oleh Allah.  Allah telah rida kepada Anda dan murka kepada kedua teman Anda.”

Mungkin sebagian dari kita pernah mengalami hal yang serupa dengan peristiwa di atas? Namun, kita tidak pernah mengetahui apakah orang-orang yang ada di sekitar kita, yang pernah menolong, meminta-minta pada kita, mungkin ada di antaranya yang sebenarnya adalah malaikat. Seperti kita ketahui bahwa malaikat dapat berubah bentuk menjadi manusia.

Akan tetapi, kita tidak pernah tahu ketika mereka menyamar menjadi seorang manusia. Berbuatlah baik kepada setiap orang yang kita temui dan bersabarlah ketika menemui orang-orang yang membuat kita kesal, marah, atau naik pitam. Terlepas mereka malaikat atau bukan, semuanya adalah cobaan.

Harta acap kali menjadi cobaan dari Allah. Ada yang diberi ujian dengan harta yang sedikit, ada pula yang diberi ujian dengan harta yang berlimpah.

Dengan harta yang sedikit, ada orang yang berputus asa dan hidup dalam kekufuran, tetapi banyak juga yang bersabar dan optimis terhadap rahmat dan karunia Allah Swt. yang luas. Dengan harta yang banyak, ada orang yang menyalahgunakannya untuk bermaksiat kepada Allah Swt. dan berbuat kerusakan di muka bumi, tetapi banyak pula orang yang menyedekahkan hartanya di jalan Allah, mencoba menggapai rida-Nya dengan kelebihan harta yang dimilikinya.

”Dan sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta” (Q.S. Al-‘Aadiyaat : 6-8)

Apapun kondisi kita saat ini, kaya atau miskin, pastikan bahwa kita menjadikan harta yang kita miliki sebagai alat dan bekal untuk menggapai kenikmatan surga yang abadi, bukan malah menjadi cobaan dari Allah yang berakhir pada kekufuran.

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah akan menjadikan kefakiran di hadapan matanya dan akan menjadikan kacau segala urusannya. Sedangkan dunia yang dicarinya tak ada yang datang menghampirinya melainkan sesuai denga apa yang ditakdirkan oleh Allah atas dirinya, pada sore dan siang harinya dia selalu dalam kefakiran”(H.R. Tirmidzi).

Demikianlah artikel tentang cobaan dari Allah dalam bentuk harta ini. Semoga bermanfaat.

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *