Dengki Yang Menjadi Bumerang

By | December 10, 2015

Seorang Arab Badui mendatangi khalifah al Mu’tashim.

Singkat cerita, ia diangkat menjadi orang kepercayaan sang khalifah dan dapat menemui istrinya tanpa izin sang pemimpin.

Hal ini tak urung mendatangkan rasa dengki dari salah seorang menteri.

Ia menjadi iri dan berniat membunuhnya agar dapat mencuri hati sang khalifah.

Si menteri bersiasat dengan bermuka manis terhadap si Arab Badui itu.

Ia mengatakan kepadanya untuk berhati-hati agar jangan mendekat kepada sang khalifah ketika habis makan bawang merah.

Amirul Mukminin akan merasa terganggu dengan baunya.

Sang menteri kemudian menemui sang khalifah dan berkata,

“Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya orang Badui itu memperbincangkanmu kepada orang-orang bahwa tuan berbau mulut dan ia merasa hampir mati karena aroma mulut tuan.”

Ketika Arab Badui bertemu dengan sang khalifah dan takut bau mulutnya mengganggu Amirul Mukminin.

Ia akhirnya menutup mulutnya dengang lengan bajunya.

Seketika itu pula, sang khalifah teringat dengan perkataan menteri yang telah memperingatkannya.

Lalu, sang khalifah menulis sebuah surat kepada salah seorang staffnya.

“Jika pesan ini sampai di tanganmu, penggallah leher orang yang membawanya.”

Sang khalifah kemudian memanggil Arab Badui dan memberikan surat tersebut sambil berucap,

“Bawalah surat ini kepada Selain itu, fulan, setelah itu berikan aku jawabannya.”

Diambilnya surat tersebut dan Arab Badui langsung bergegas menemui orang yang diperintahkan.

Tak disangka, di pintu gerbang.

Sang menteri menghampirinya sambil berkata, “Mau kemana kau?”

Arab Badui menjawab jika ia ingin membawa pesan sang Amirul Mukminin menuju pegawainya.

Si menteri menyangka jika ia akan diberi harta yang banyak oleh khalifah.

Dengan spontan ia berinisiatif untuk mengambil alih tugas tersebut dan memberikan 2000 dinar kepada Arab Badui.

Mengigat posisi menteri yang cukup terpandang, Arab Badui tidak bisa menolak.

Si menteri pun akhirnya berhasil membawa surat tersebut.

Dan setelah di baca oleh pegawai sang khalifah.

Iapun akhirnya dipenggal.

Setelah berlalu beberapa waktu, sang khalifah bertanya tentang keberadaan sang menteri yang kunjung nampak batang hidungya.

Karena si orang Badui yang justru masih ada di kota, sang khalifah tmemanggilnya untuk menghadap.

Si Badui akhirnya menceritakan kisahnya dengan sang menteri.

Tersadarlah sang Amirul Mukminin dengan rencana jahat si menteri.

Pasca kejadian ini, Arab Badui diangkat menjadi menteri.

‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Cukup sebagai bukti si pendengki terhadapmu manakala ia merasa gundah di saat kamu bahagia.”

Kata Ibnu Taimiyah, “Hasad adalah sekedar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat.”

“Janganlah kalian saling hasad (iri), janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi (saling mendiamkan/ menghajr). Jadilah kalian bersaudara, wahai hamba Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

(Nihaayah azh-Zhaalimiinkarya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, Juz 2, hal.89-92)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *