Dosa Riba: Rezeki Bisa Terhalang Karenanya

By | October 15, 2015

Dosa riba mungkin saja menjadi sebab tertutupnya pintu seseorang. Secara umum, dosa adalah penghalang datangnya rezeki seseorang.

dosa riba

Dosa Riba Yang Menjauhkan Rezeki Seorang Hamba

“Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (H.R. Ahmad)

Dan riba adalah salah satu dosa yang sering dan banyak dilakukan orang tanpa disadari.

Riba berkembang pesat pada level yang sudah sangat mengkhawatirkan dalam kehidupan kita sehari-hari, di desa, di kota, di pasar tradisional, atau di pusat-pusat bisnis modern.

Orang miskin dan orang kaya terjebak dengan sistem riba baik dalam bentuk pinjaman maupun perdagangan. Nabi Muhammad Saw membawa risalah yang mengharamkan riba.

Riba termasuk dosa besar dan tidak boleh tolong menolong dalam melakukannya. Taatlah kepada Allah Swt dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dosa riba, seperti dosa pada umumnya, dapat menutup pintu rezeki sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

“… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang dibuatnya.”(H.R. Tirmidzi)

Perihal dosa riba dan hukumannya. dalam sebuah hadis sahih dijelaskan,

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan riba dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datangnya larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang-orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.” (Q.S. Al-Baqarah: 275-276)

Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengenai ayat 275 di atas menuliskan bahwasanya Ibnu Abbas berkata bahwa makna Allah Swt menghapus riba artinya tidak diterima sedekah, haji, dan silaturrahim yang dilakukan dari dosa riba.

Sungguh, orang-orang yang beriman, berbuat kebaikan, melaksanakan salat, menunaikan zakat, mereka memperoleh pahala dari Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada dirinya dan tidak pula bersedih hati. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu beriman. Jika kamu tidak menaati-Nya, maka umumkanlah ‘perang’ dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu, janganlah kamu berbuat zalim niscaya kamu pun tidak akan dizalimi (Q.S. Al-Baqarah: 277-279)

Bahkan ketika orang-orang kafir Quraisy di Mekkah ingin kembali merenovasi Ka’bah (sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul), mereka tidak menerima harta hasil melacur, riba, dan rampasan untuk membangun Ka’bah.

Orang kafir saja tidak ingin menerima harta riba untuk perbuatan yang mereka anggap baik. Riba di zaman kita lebih buas daripada riba yang ada pada masa jahiliyah.

Zaman sekarang, riba menghantui sendi-sendi kehidupan pada seluruh lapisan masyarakat. Jika zaman dahulu, orang berhutang tidak akan dikenakan bunga jika mampu melunasi dalam kurun waktu tertentu.

Kini, bunga dikenakan dari awal perjanjian baik itu dalam bentuk pinjaman maupun perdagangan. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di berkata,

“Allah Swt mengabarkan bahwa Dia akan menghancurkan hasil riba dan menambah sedekahnya orang yang bersedekah, tetapi pikiran manusia terbalik. Mereka mengira dengan sedekah akan berkurang harta dan dengan riba, harta akan bertambah. Padahal jika mereka mau berpikir, sesungguhnya rezeki itu di tangan Allah Swt”(Tafsir Al-Kalimur Rahman)

Mengapa terhadap orang yang lemah, kita mengenakan bunga kepada mereka, mencekik manusia yang fakir dan miskin. Bukankah Allah Swt menyukai hamba-Nya yang saling mengasihi dengan sesamanya.

Sebagai makhluk sosial yang saling tolong-menolong satu sama lain, tidaklah manusia patut mengambil kelebihan dari sesamanya yang tidak mampu dengan cara yang bathil.

Harta dan uang yang ada di tangan kita, di rekening bank, ataupun dalam bentuk perhiasaan, tidakkah semuanya itu milik Allah Swt, kita hanya dititipkan saja.

Allah Swt berfirman,

“Dan tolong –menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Q.S. Al-Ma’idah: 2)

Sedekah jauh lebih baik daripada riba. Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Tidaklah salah seorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil yang baik, melainkan Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, lalu Allah Swt memeliharanya sebagaimana kamu memelihara anak kuda yang kecil, sehingga menjadi semisal gunung atau lebih besar.”(H.R. Hakim)

Begitu banyak hadis-hadis yang membahas tentang dosa dan siksaan yang berkaitan dengan riba. Rasulullah Saw bersabda,

“Riba itu ada tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan (siksanya) seperti seorang laki-laki yang menikahi ibunya.” (H.R. Hakim)

Dari Abdullah bin Handhalah, Rasulullah Saw bersabda:

Satu dirham yang berasal dari riba yang dimakan oleh seorang laki-laki sedangkan dia telah mengetahui hukumnya, maka dosanya lebih berat daripada berzina tiga puluh enam kali.” (H.R. Ahmad)

Samurah bin Jundab ra. menceritakan mimpi Rasulullah Saw beliau bersabda:

“Lalu kami mendatangi sungai, aku mengira airnya merah seperti darah, tiba-tiba didalam sungai itu ada seorang laki-laki yang sedang berenang, dan di tepi sungai itu ada orang yang sedang mengumpulkan batu banyak sekali, lalu orang yang berenang itu mendatangi orang yang telah mengumpulkan batu, lalu membuka mulutnya lalu memakan batu….maka sesungguhnya dia itu pemakan riba.” (HR. Bukhari)

Mungkin rezeki kita terhalang karena dosa riba yang masuk ke perut kita sendiri. Semoga Allah Swt menjaga kita semua dari keburukan riba dan dimudahkan untuk meninggalkannya secara total. Aamiin.

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

One thought on “Dosa Riba: Rezeki Bisa Terhalang Karenanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *