Hakikat Sihir

By | December 6, 2015

Hakikat Sihir

Sihir secara bahasa adalah sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus penyebabnya.

Secara syariat, sihir adalah azimat, mantra atau buhul  (ikatan)yang dapat mempengaruhi hati dan badan seseorang.

Bisa memisahkan seorang suami dari istrinya, menyebabkan seseorang menjadi sakit atau pun mati.

Sihir adalah nyata dan bisa mencelakakan seseorang dengan taqdir Allah yang bersifat kauni.

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَاهُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ

“Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang bisa mereka gunakan untuk menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka (ahli sihir) itu tidak dapat memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah” [Al Baqarah : 102].

Allah memerintahkan kita untuk berlindung dari kejahatan sihir :

وَ مِنْ شَر ِّ النَّفَّاثاَتِ فْي العُقَدِ

“Dan (aku berlindung kepada Allah) dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembuskan pada buhul-buhul”. [Al Falaq : 4].

Andaikan sihir tidak memiliki efek buruk, Allah tentunya tidak akan menngingatkan manusia untuk berlindung darinya. [2]

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tertimpa sihir.

Ketika seorang Yahudi bernama Labid bin Al A’sham menyihir Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aisyah rahimahullah menceritakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُحِرَ حَتَّى كَانَ يَرَى أَنَّهُ يَأْتِي النِّسَاءَ وَلَا يَأْتِيهِنَّ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir, sehingga Beliau merasa seolah-olah mendatangi istri-istrinya, padahal tidak melakukannya”.

Sihir memiliki variasi bentuk dan aplikasi.

Semua sihir termasuk ke dalam perbuatan kufur dan syirik…

…kecuali sihir dengan cara menaruh racun, obat-obatan, atau namimah (adu domba), maka ini tidak termasuk syirik.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di menjelaskan: “Sihir termasuk perbuatan syirik ditinjau dari dua sisi.

Pertama : Karena meminta tolong dan bergantun pada setan.

Kedua : Karena di dalam sihir terdapat unsur pengakuan (bahwa si pelaku) mengetahui ilmu ghaib dan penyetaraan diri dengan Allah dalam ilmuNya, dan adanya upaya untuk menempuh segala cara yang bisa menyampaikannya kepada hal tersebut. Ini adalah salah satu cabang dari kesyirikan dan kekufuran”.

Sihir adalah perbuatan setan.

Mempelajari dan melakukan sihir adalah haram hukumnya.

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَاكَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِّنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (dan tidak mengerjakan sihir), tetapi setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia”. [Al Baqarah : 102]

(diringkas dari Kiat Membentengi Keluarga Dari Sihir www.almanhaj.or.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *