Hemat Bukan Pelit

By | October 11, 2015

Ada banyak sekali dalil-dalil yang menerangkan keutaman untuk hidup hemat. Bagaimana cara hidup hemat menurut Al Quran dan Sunnah.

hemat

Hemat: Masalah Mindset

Sejak kecil, kita memahami uang sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan: membeli permen, mainan kesukaan dan barang-barang yang membuat kita bahagia.

Kita kemudian mengasosiasikan kesenangan dengan mengeluarkan uang.

Menyimpan uang lalu kita anggap sebagai sebuah bentuk hukuman, sesuatu yang sangat melukai perasaan karena menjauhkan kita dari barang-barang yang menyenangkan.

Hal ini kemudian terekam dalam alam bawah sadar kita selama bertahun-tahun.

Ketika sudah berpenghasilan sendiri, kita akhirnya menjadi sangat royal untuk membelanjakan uang. Otak kita telah dicuci untuk memahami kata belanja dengan suka dan menabung dengan duka.

Celakanya, manusia memiliki kecenderungan untuk menyingkirkan apapun yang dapat membuatnya berduka, mereka ingin yang enak-enak saja.

Pola pikir ini akhirnya mendarah daging dan menjadi sebuah mindset yang salah.

Tugas kita adalah memperbaiki dan menata ulang cara berfikir yang keliru ini. Kita harus mengasosiasikan kata menabung, hemat, dan irit sebagai sesuatu yang menyenangkan dan mendatangkan rasa puas.

Sebaliknya membelanjakan uang adalah sebuah penderitaan.

Kapanpun kita menahan diri untuk tidak mengeluarkan uang, menyisihkannya ke dalam tabungan, melihat jumlahnya semakin bertambah, maka rasa bahagialah yang harus muncul.

Sedangkan jika kita berfoya-foya membelanjakan uang sehingga tabungan menjadi semakin sedikit, maka rasa penyesalanlah yang harusnya timbul.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda,

Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal. Allah ridha jika kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan (Allah ridla) jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian. Allah murka jika kalian sibuk dengan desas-desus, banyak mengemukakan pertanyaan yang tidak berguna serta membuang-buang harta.” (HR. Muslim no.1715)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *