Hijrah Bisa Mendatangkan Rezeki

By | October 12, 2015

Allah Swt menjanjikan kepada orang-orang yang berhijrah di jalan-Nya bahwa mereka akan mendapatkan dua hal.

Pertama adalah tempat hijrah yang luas dan kedua adalah rezeki yang banyak. Banyak orang yang berhijrah dari tempat asalnya yang penuh kekurangan dan kesulitan hidup menuju tempat yang lebih baik.

hijrah

Hijrah Menuju Tempat Yang Lebih Baik

Banyak orang yang berhijrah karena kekeringan dan kegersangan yang melanda kampung halamannya menuju daerah yang subur dan hijau.

Mari kita perhatikan apa yang terjadi pada kaum Saba’.

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun, di sebelah kanan dan di sebelah kiri.” (QS. Saba’: 15)

Mereka meninggali tanah yang sangat subur, menghasilkan berbagai macam buah dan sayuran.

Saking suburnya, apabila ada seseorang yang masuk ke dalam kebun tersebut dengan membawa keranjang di atas kepalanya, dia akan keluar dari kebun itu dengan keranjang yang penuh dengan buah-buahan tanpa harus memetiknya.

Di sana tidak ditemukan nyamuk, lalat, serangga, kalajengking, dan ular (Tafsir ath-Thabari, 20: 376-377).

Kemudian mereka malah menyembah matahari dan bintang-bintang. Allah Swt telah mengutus tiga belas orang rasul kepada mereka (Tafsir Ibnu Katsir, 6: 507), tetapi mereka tetap tidak mau menyembah Allah dan terus melakukan kesyirikan.

Allah pun mencabut kenikmatan-Nya.

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS. Saba’: 16-17)

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. An-Nahl: 112 – 113).

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.” (QS. Saba’: 19)

Banyak orang yang berhijrah karena dahsyatnya penyimpangan akidah yang merajalela di tanah kelahirannya menuju tempat baru yang diridhai oleh Allah Swt, memisahkan diri dari kerusakan yang ada di tanah kelahirannya.

Contoh nyata ini dapat kita lihat dari peristiwa hijrahnya Rasulullah Saw dan para sahabat di jalan Allah Swt ketika berpindah dari Mekkah menuju Madinah.

Ironisnya, banyak kaum muslimin saat ini berhijrah bukan karena Allah Swt Mereka berhijrah menuju tempat yang lebih buruk daripada kampung halamannya.

Makna hijrah adalah keluar dari tempat yang buruk menuju tempat yang baik, bukan sebaliknya.

Apakah Anda berani mencoba hijrah ke tempat yang lebih baik?

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *