Hukum Membawa Quran ke Dalam Toilet

By | February 12, 2016
Hukum Membawa Quran ke Dalam Toilet

Hukum Membawa Quran ke Dalam Toilet

Sebelum menjawab tentang hukum membawa Quran ke dalam Toilet, ada baiknya kita melihat pengertian mushaf Al Quran terlebih dahulu.

Pengertian Mushaf Al Quran

Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan mushaf Al-Quran adalah benda yang tertulis di atasnya huruf-huruf Arab berupa ayat-ayat Al-Quran. Di kitab itu dijelaskan bahwa untuk bisa disebut mushaf, tidak ada aturan hanya berupa tulisan ayat Al-Quran sebanyak 30 juz. Potongan satu dua ayat pun sudah termasuk mushaf.

Mushaf itu secara fisik tidak terbatas hanya pada buku atau kertas, melainkan juga bisa saja berbentuk benda-benda lain seperti batu, kayu, kulit binatang, pelepah kurma, tulang atau apa pun juga.

Hukum Membawa Quran ke Dalam Toilet

Sekarang, kita coba bahas mengenai hukum membawa Quran ke dalam toilet menurut pehamaman para ulama. Para alim ulama sepakat bahwa mushaf Al-Quran itu harus dimuliakan, karena merupakan tulisan yang berisi mukjizat, yaitu perkataan Allah SWT. Tidak boleh orang yang berhadats untuk menyentuhnya apalagi  untuk membawa Quran masuk ke dalam toilet.

Umumnya para ulama mengharamkan kita menyentuh Al Quran dalam keadaan tidak suci (berwudhu). Kita harus bersih dan suci dari hadats kecil atau hadats besar. Bahkan, menurut sebagian ulama, larangan ini datangnya langsung dari Allah di dalam Al-Quran. Sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran, “Tidak boleh ada yang menyentuhnya kecuali orang yang suci.” (Al Waqiah: 79)

Lalu bagaimana hukumnya jika membawa Quran ke dalam Toilet?

Terjadi perbedaan dikalangan ulama tentang hukum membawa al Qur’an ke kamar mandi atau toilet namun kebanyakan dari mereka mengharamkannya.

Sedangkan membawa sesuatu yang terdapat tulisan nama Allah atau sesuatu dari ayat Al Qur’an ke kamar mandi atau toilet adalah makruh sebagaimana pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwa makruh memasuki kamar mandi / toilet dengan membawa dirham yang diatasnya terdapat dzikrullah atau sesuatu dari ayat-ayat Al Qur’an, demikianlah yang dikatakan oleh para ulama Hanafi, Syafi’i maupun Malik, apabila dirham-dirham itu terbuka atau tidak tertutupi akan tetapi apabila dirham itu tertutupi maka tidaklah makruh, ini adalah salah satu riwayat dari Imam Ahmad, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hani’.

Didalam “al Bahr ar Raqiq”, madzhab Hanafi, disebutkan bahwa makruh bagi seseorang memasuki toilet dengan memakai cincin yang terdapat tulisan nama Allah diatasnya atau sesuatu dari ayat-ayat Al Qur’an.

Al Mardawi didalam “al Inshaf”, madzhab Hambali, mengatakan aku pernah melihat Ibnu Rajab menyebutkan didalam Kitab “Al Khawatim” bahwa Ahmad menyebutkan hal itu makruh. Didalam riwayat Ishaq bin Rohuyah mengatakan tentang dirham ahwa apaila diatasnya terdapat nama Allah atau suatu tulisan (seperti : قل هو الله أحد ) maka makruh membawa masuk nama Allah kedalam toilet.

Bagaimana Dengan Aplikasi Quran di Dalam HP Yang Dibawa ke Dalam Toilet

Perangkat elektronik seperti HP di zaman sekarang sudah sangat canggih dan bisa diinstalkan ke dalamnya program atau software Al-Quran. Namun beda antara HP dengan mushaf Al-Quran yang kita kenal sehari-hari dari segi pengaktifan. Kalau diaktifkan, maka barulah HP itu menampilkan tulisan ayat-ayat Al-Quran. Sebaliknya, kalau dimatikan tentu tulisannya tidak ada lagi.

Maka dalam hal ini, ketika kita mau masuk WC/toilet umum dan terpaksa harus membawa HP karena takut hilang atau diambil orang, kita harus mematikan HP itu. Setidaknya program Al-Quran yang sudah terinstal harus dimatikan atau dinon-aktifkan dulu sementara.

Lalu bagaimana dengan memori yang tersimpan di dalamnya? Bukankah ada ayat-ayat Al-Qurannya dalam bentuk data digital?

Jawabnya sederhana saja, HP yang kita punya itu cara bekerjanya mirip sekali dengan otak kita. Ketahulah bahwa isi otak kita ini bisa saja terdapat data-data Al-Quran, baik berupa memori tulisan atau pun suara. Seorang penghafal Quran misalnya, di dalam kepalanya ada ribuan memori ayat Al-Quran.

Apakkah seorang penghafal Al-Quran diharamkan masuk ke dalam WC, dengan alasan bahwa di dalam kepalanya ada data-data digital Al-Quran? Lalu apakah kepalanya harus dilepas dulu untuk masuk WC? Ataukah dia cukup menon-aktifkan saja ingatannya dari Al-Quran untuk sementara?

Nampaknya yang paling masuk akal adalah dia tidak mengaktifkan hafalan Qurannya sementara, baik dalam bentuk suara atau tulisan. Ketika memori data Al-Quran di dalam otaknya dinon-aktifkan sementara, maka pada dasarnya tidak ada larangan untuk masuk WC.

Demikian juga dengan HP milik kita. Meski ada memori data digital 30 juz baik teks atau pun sound, bahkan mungkin video, selama tidak diaktifkan tentu saja tidak jadi masalah. Yang haram adalah sambil nongkrong di WC kita pasang HP bersuara tilawah Al-Quran. Jelas itu haram dan harus dihindari.

Wallahu a’lam bishsawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sumber rujukan: rumahfiqih.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *