Iblis Pun Berdoa Kepada Allah

By | November 1, 2015

“Wahai Rabbku, berilah aku waktu sampai hari kebangkitan.” (QS. Shad: 79)

Adam dan iblis dikeluarkan dari surga. Tapi Adam dan Hawa’ berbuat dosa karena ketidaktahuan keduanya sedangkan iblis berbuat dosa karena arogansinya.

“Wahai Iblis! Apa yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” (QS. Shaad: 75)

“Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Shaad: 76)

Adam dan Hawa’ diterima tobatnya dan dikirim ke bumi, sedangkan iblis dilaknat oleh Allah. Disini terlihat jika Adam langsung dan segera berdoa setelah melakukan dosa.

Secara langsung Adam mengakui kesalahannya dan segera bertobat.

Sebaliknya, iblis adalah sosok yang senang membanggakan dirinya sendiri, merasa lebih baik dan tidak mau sujud kepada Adam. Sampai ia tidak melihat adanya alternatif lain dimana semua kesempatan telah tertutup. Iblis akhirnya berdoa.

Perhatikan, iblispun berdoa kepada Allah.

“Wahai Rabbku, berilah aku waktu sampai hari kebangkitan.” (QS. Shad: 79)

Iblis menebar permusuhan di kalangan Adam dan anak cucunya serta minta ditangguhkan untuk melakukannya sampai hari kiamat. Maka Allah SWT pun menjawab:

“Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai pada hari yang telah di tentukan waktunya.” (QS. Shad: 80-81)

Iblis tidak pernah lagi berdoa setelah ini.

Tapi lihat disini, Allah mengabulkan doanya iblis. Kita melihat perbedaan yang sangat fundamental antara Adam dan iblis. Di bumi, Adam melanjutkan peribadatan kepada Allah, sedangkan iblis mengajak manusia menuju neraka.

Iblis saja berdoa kepada Allah. Dan kita perlu ingat, bahwa Allah berbeda dengan manusia. Allah Swt adalah Tuhan dan kita adalah hamba. Manusia semakin banyak diminta semakin menjauh, tapi Allah semakin diminta semakin besar cinta-Nya kepada hamba yang meminta. Mengapa?

Karena hubungan hamba dengan Allah Swt adalah hubungan antara yang diciptakan dengan Yang Menciptakan, hubungan antara seorang hamba budak dengan Master-nya. Siapa lagi tempat yang bisa diminta dan digantungkan selain Allah Swt

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS. Al Fatihah: 5)

Dalam situasi yang frustasi, bahkan iblis berdoa kepada Allah SWT, bukan ke batu, berhala, malaikat, atau orang yang sudah mati. Iblis tahu siapa yang paling berkuasa.

Sangat menyedihkan melihat banyak orang yang mengatakan La ilaha illallah namun berdoa kepada benda-benda yang tidak memiliki kekuasaan sama sekali. Mari kita berdoa kepada Allah Swt semata.

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *