Ilmu Agama: Menafkahi Para Pencarinya

By | October 14, 2015

Ilmu agama? Tidak banyak orang yang tahu bahwa salah satu kiat agar dilapangkan rezeki oleh Allah Swt adalah dengan menafkahi penuntut ilmu agama. Ilmu yang dimaksud di sini tentunya adalah ilmu agama Islam (Syara’).

ilmu agama

Mengapa Harus Menafkahi Penuntut Ilmu Agama

Anas bin Malik pernah menceritakan dalam sebuah hadis.

“Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah. Salah seorang daripadanya mendatangi Nabi dan (saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi maka beliau bersabda: Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)

Nabi Saw menjelaskan kepada orang yang mengadu kepadanya karena kesibukan saudaranya dalam menuntut ilmu agama, sehingga membiarkannya sendirian bekerja.

Padahal ia tidak tahu bahwasanya Allah membukakan pintu rezeki untuknya karena sebab nafkah yang ia berikan kepada saudaranya yang menuntut ilmu agama.

Di dalam Al Quran, Allah Swt berfirman,

“(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi, orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah ayat 273)

Terdapat begitu banyak pesantren dan majelis-majelis ilmu di negeri ini yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Setiap tahunnya, mereka banyak menerima santri dari berbagai daerah di tanah air.

Santri-santri tersebut begitu bersemangat untuk menimba ilmu agama.

Sayangnya, banyak di antara mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Makanan dan fasilitas yang ada di pondokan seringkali sangat memprihatinkan. Gaji guru di banyak pesantren pun tidak lebih baik.

Oleh sebab itu, mari kita bantu saudara-saudara kita.

Mereka sibuk menuntut ilmu syar’i, jangan biarkan mereka dilalaikan dengan urusan duniawi sehingga konsentrasi terhadap ilmu syar’i menjadi berkurang.

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *