Iman Kepada Malaikat – Mengapa Harus Percaya?

By | December 7, 2015

Iman kepada Malaikat merupakan salah satu tiang pondasi agama Islam. Barangsiapa yang tidak percaya dengan keberadaan malaikat, maka dia telah keluar dari Islam.

Allah   menciptakan malaikat dari cahaya sebagaimana terdapat dalam hadits dari Ummul Mu`minin `Aisyah radhiyallah `anha, dia mengatakan bahwasanya Rasulullah bersabda:

Malaikat diciptakan dari cahaya.[1]

Allah ﷻ berfirman yang artinya:

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa`: 136)

Tingkatan paling rendah dalam beriman kepada malaikat adalah mempercayai bahwasanya Allah ﷻ menciptakan makhluk yang bernama malaikat.

Mereka adalah ciptaan Allah ﷻ yang senantiasa taat kepada-Nya.

Karena malaikat juga merupakan makhluk, maka kita tidak boleh menyembah mereka sama sekali.

Allah ﷻ menciptakan malaikat untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana Allah ﷻ menciptakan jin dan manusia juga untuk beribadah kepada-Nya semata.

Bedanya adalah Allah  manjadikan malaikat sebagai makhluk yang ma`shum, yaitu  mereka tidak akan pernah bermaksiat kepada-Nya.

Malaikat adalah makhluk yang hidup, berakal, dan dapat berbicara.

Malaikat hidup di alam yang berbeda dengan alam jin dan manusia serta tidak membutuhkan makan dan minum.

Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat.” Ibrahim menjawab: “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: ‘Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth.’” (QS. Huud: 69 – 70).

As Suyuthi r berkata:

“Ar-Razi dalam tafsirnya mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwasanya malaikat tidak makan, tidak minum, dan juga tidak menikah.”

Diantara mereka ada malaikat yang ditugasi untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi untuk disampaikan kepada ummatnya.

Ada juga malaikat yang diberi tugas meniup sangkakala, yaitu Malaikat Israfil ‘alaihis salaam.

Sangkakala adalah terompet yang akan ditiup pada hari kiamat. Allah ﷻ berfirman:

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (QS. An-Naml: 87)

Ada juga malaikat yang diberi tugas mencabut nyawa, yaitu Malaikat Maut. Allah ﷻ berfirman:

“Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajdah: 11)

Malaikat Maut memiliki beberapa malaikat pembantu yang akan mendatangi manusia sesuai dengan amal mereka.

Jika yang didatangi adalah orang baik maka mereka datang dengan sebaik-baik keadaan, dan jika yang didatangi adalah orang jahat, maka mereka datang dengan seburuk-buruk keadaan.

Allah ﷻ berfirman:

“Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami.” (QS. Al-An’aam: 61)

Ada juga malaikat yang diberi tugas mengurusi rahim, sesuai dengan hadits dari Anas bin Malik h. Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah ta’ala menugaskan satu malaikat yang selalu berkata: “Wahai Rabbku, nuthfah. Wahai Rabbku, segumpal darah. Wahai Rabbku, segumpal daging.” Apabila ingin menyelesaikan penciptaannya, malaikat itu bertanya: Laki-laki atau perempuan? Orang yang celaka atau bahagia? Bagaimana rejeki dan ajalnya? Kemudian ditetapkanlah semua itu pada saat janin ada di perut ibunya.”[2]

Malaikat memiliki sayap sebagaimana Allah  berfirman yang artinya:

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fathiir: 1)

Selain itu, malaikat juga memiliki fisik yang sangat kuat.

Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. Tahrim: 6)

Kuatnya fisik malaikat juga tertera di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yaitu ketika Rasulullah  ditawarkan oleh Malakul jibal (Malaikat gunung) untuk…

…menabrakkan dua gunung kepada sebuah kaum yang mendurhakai beliau.

Nabi Muhammad dengan sabarnya menolak tawaran tersebut.

Dalam riwayat itu disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Tiba-tiba aku dinaungi awan, dan setelah aku lihat ternyata ia adalah Malaikat Jibril. Kemudian dia memanggilku seraya berkata: “Sesungguhnya Allah mendengar ucapan dan balasan kaummu kepadamu. Dan Allah mengutus malaikat penjaga gunung untuk melaksanakan apapun yang kau perintahkan berkenaan dengan mereka.”

Lalu Malaikat penjaga gunung itu memanggil dan megucapkan salam kepadaku, kemudian berkata:

“Hai Muhammad, jika kau ingin aku menimpakan dua gunung akhbasy atas mereka, niscaya aku akan melakukannya.” Maka Nabi bersabda: “Aku berharap Allah mengeluarkan dari anak keturunan mereka orang-orang yang hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.”[3]

Jumlah malaikat sangat banyak.

Meskipun demikian, hanya Allah ﷻ yang mengetahui berapa persisnya jumlah mereka. Allah  berfirman yang artinya:

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. (QS. Al-Muddatstsir: 31)

Tentara-tentara Allah Ta’ala yang dimaksud adalah para malaikat. Bahkan ketika Rasulullah melakukan Isra` Mi`raj, berkata Jibril n kepada beliau:

Ini adalah Baitul Ma`mur. Setiap hari shalat di dalamnya 70 ribu malaikat. Jika mereka telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi…. [4]

Malaikat BUKAN anak Allah, Allah  berfirman yang artinya:

“Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak’, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: ‘Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah’, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.” (QS. Al-Anbiyaa`: 26 – 29)

 

[1] HR. Muslim

[2] HR. Bukhari 318 dan Muslim 2646

[3] HR. Bukhari no. 3231 dan Muslim no. 1795

[4] Muttafaqun `alaihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *