Islam di Eropa: Masjid Agung Roma, Italia

By | November 12, 2015

Mosque of Rome yang dalam bahasa Italia bernama Grande Moschea di Roma merupakan masjid terbesar di Eropa. Masjid ini memliki luas area sebesar 30,000 m2 dan dapat mengakomodasi lebih dari 12,000 jamaah dan berfungsi sebagai pusat kebudayaan Islam Italia (Centro Culturale Islamico d’Italia).

islam di eropa

Di Roma sendiri, umat Muslim melaksanakan shalat berjamaah di mushalla-mushalla kecil, garasi atau gudang yang dijadikan tempat shalat. Sehingga kehadiran masjid ini di negara yang kuat dengan tradisi Katoliknya menjadi pelepas dahaga umat muslim Italia.

Masjid ini berlokasi di Viale della Moschea 85, Parioli -sebuah area kaum elit Roma yang sangat hijau dengan pohon Palem dan Cemara. Masjid Roma masih berada di tengah pusat kota namun sedikit tersiolasi dari keramaian sehingga menambah kekhusyukan beribadah di dalamnya.

Area sekitar masjid merupakan kompleks olahraga Acqua Acestosa dengan berbagai fasilitas olahraga. Acqua Acestosa sendiri dalam bahasa Inggris berarti “very good water” atau air yang sangat baik.

Ceramah shalat Jumat diberikan dalam bahasa Arab. Selain berfungsi sebagai tempat aktivitas religius seperti ceramah agama dan kuliah tafsir, masjid Roma juga memfasilitasi kegiatan sosial, budaya, upacara pernikahan, pemandian jenazah, pameran, eksebisi, dan berbagai event penting lainnya.

Masjid Roma didirikan oleh Pangeran Afghanistan yang diasingkan dari negaranya Prince Muhammad Hasan dan istrinya, Princess Razia serta didanai oleh Raja Faisal, pemimpin tertinggi keluarga kerajaan Arab Saudi.

Masjid Roma sangat mempesona baik desain interior maupun eksteriornya. Masjid ini didesain oleh arsitek asal Irak bernama Sami Mousawi. Paolo Portoghesi, seorang arsitek Italia juga terlibat dalam proses desain serta terlibat dalam konstruksi pembangunan masjid.

Portoghesi menggunakan simbol pohon palem untuk mengekspresikan prinsip bhineka tunggal ika dalam Islam, berbeda-beda tapi tetap satu. Ia mengimplementasikan tiga tiang berbentuk pohon Palem untuk diterapkan dalam desain masjid Roma. Akar, batang, cabang, dan daun menggambarkan berbagai negara-negara Islam yang ada di dunia, berbeda tapi bersatu sebagai organisme yang komplit.

Masjid Roma merupakan kombinasi yang indah antara kebudayaan Roma dan elemen tradisional Islam. Bangunan masjid juga menggambarkan keindahan Islam dengan cara yang indah.
Tiang berbentuk pohon Palem ini juga melambangkan koneksi yang bersifat personal antara manusia dengan penciptanya, tanpa melalui perantara.

Perencanaannya memakan waktu lebih dari sepuluh tahun dimana Pemerintah kota Roma mendonasikan lahan pada tahun 1974. Tapi batu pertama baru diletakkan sepuluh tahun kemudian, 1984, yang dihadiri oleh Presiden Italia ketika itu Sandro Pertini. Masjid Roma baru benar-benar resmi dibuka pada tanggal 21 Juni 1995 atau 20 tahun setelah donasi lahan oleh pemerintah kota.

Karena berada di tengah-tengah kota dengan pemahaman Katolik yang kuat, pembangunan masjid mendapatkan pertentangan dari berbagai pihak namun berhasil diselesaikan lewat campur tangan Paus John Paul II. Salah satu kesepakatannya adalah tinggi menara masjid harus dikurangi satu meter sehingga lebih rendah dari kubah St Peter’s.

Menara masjid Roma adalah satu-satunya masjid besar di dunia yang tidak mengumandangkan adzan melalui speaker. Masjid ini bahkan tidak memiliki speaker sama sekali.

Bangunan masjid Roma memiliki desain modern -dilengkapi dengan dekorasi mosaik interior yang menawand. Masjid ini sedikit berbeda dengan masjid-masjid yang umumnya memiliki ciri khas timur tengah. Masjid Roma terbuka untuk turis hanya pada hari Rabu dan Sabtu pagi.

Pada hari Jumat pagi terdapat bazar kuliner Arab di luar area Masjid.

Semua turis non-muslim yang mengunjungi masjid ini mengenakan pakaian sopan dan tertutup. Para turis akan ditemani oleh seorang pemandu yang akan menunjukkan mereka bagaimana orang-orang Islam melakukan shalat dan apa arti bacaan yang diucapkan dalam shalat. Masjid ini berada tepat di belakang stasiun kereta Campi Sportivi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *