Jangan Buka Aib Sendiri Ketika Allah Sudah Menutupnya

By | October 28, 2015
aib

lingholic

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Aku mendengar Rasûlullah Saw bersabda,

“Setiap ummatku diampuni kecuali mujahir (orang yang membuka aib sendri), dan termasuk perbuatan membuka aib, seperti seorang hamba yang melakukan sebuah perbuatan pada malam hari kemudian keesokan harinya ia berkata, ‘Wahai, fulan ! Tadi malam aku telah melakukan ini dan itu,’ padahal malam harinya Allâh menutupi perbuatannya, akan tetapi keesokan harinya ia membuka penutup yang Allâh telah berikan.” (HR. Muslim)

Meskipun demikian, ampunan Allah Swt adalah sangatlah luas.

Diceritakan, bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata,

“Ya, Rasulullah. Aku pernah mengobati seorang perempuan di ujung Madinah lalu aku tidak sekedar menyentuhnya, maka ini aku datang kepadamu. Berilah aku hukuman yang engkau kehendari!”

kemudian Umar berkata,

“Seandainya engkau menutupi dirimu, sungguh Allah telah menutupinya,”

Dan Nabi Saw diam tidak menjawab, kemudian laki-laki itu berdiri dan pergi.

Nabi Saw pun memerintahkan seseorang untuk menyusul dan memanggil laki-laki tadi, kemudian Nabi Saw membacakan padanya firman Allah Swt

“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud:114)

Salah seorang sahabat bertanya,

“Ya, Rasulullah, apakah ayat itu khusus untuk orang itu saja?” Nabi Saw bersabda, “(tidak) akan tetapi untuk semua manusia.” (HR Muslim)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *