Kesalahan Parenting: Meluapkan Amarah Secara Berlebihan

By | November 19, 2015

Hasan Al-Basri bertetangga dengan seorang Nasrani yang tinggal di lantai atas, WC tetangganya ini memiliki lubang sehingga air seninya jatuh ke bawah tempat Hasan Al-Basri tinggal. Ia kemudian meletakkan wadah untuk menampung air seni yang menetes dan setelah penuh dibawa keluar di malam hari untuk dibuang. Hal ini terjadi selama dua puluh tahun berturut-turut.

Ketika suatu hari Hasan Al-Basri mengalami sakit, tetangganya itu datang untuk menjenguk dan meilhat wadah penampung air seni. Iapun bertanya, “Sejak berapa lama Anda mengalami penderitaan dariku ini?” Hasan Al-Basri menjawab, “Sejak dua puluh tahun.” Mendengar jawaban itu, si Nasrani segera melepas ikat Zunarnya (pengikat di perut ciri khas orang Nasrani) dan langsung memeluk agama Islam

***

Amarah dan emosi yang diluapkan dapat menghindari seseorang untuk mendapatkan kebaikan. Begitupula dengan para orang tua. Anak-anak kerap tidak mau mendengar perkataan orang tua mereka. Akibatnya, banyak orang tua yang tidak dapat mengontrol emosi mereka ketika anak mulai berulah dan tidak mau mengikuti permintaan orang tua. Menggunanakan hukuman fisik yang ringan seperti memukul pantat atau mencubit kecil hanya akan effektif untuk sementara waktu. Selang beberapa waktu, mereka akan selalu mengulanginya kembali.

Megasuh anak-anak agar dapat berkelakuan baik memang bukan pekerjaan mudah. Tidak ada “cara pasti” untuk mendidik anak, tetapi ada beberapa metode yang mungkin akan berhasil jika Anda terapkan.

Penting untuk berusaha tetap tenang ketika sedang mendisiplinkan anak-anak kita. Ketika Anda sedang dikuasai amarah yang memuncak, Anda akan kesulitan untuk dapat tetap berfikir jernih dan memilih langkah yang terbaik. Apabila Anda bereaksi secara spontan dalam kondisi emosional, Anda mungkin akan melampiaskan rasa marah secara berlebihan dengan memukul dan berteriak. Hal ini justru akan semakin menjauhkan Anda untuk mendidik atau mengajari anak untuk merubah perilaku buruknya.

Setiap orang mengungkapkan amarah dengan cara yang berbeda-beda. Kenali tanda-tanda seseorang sedang dikuasai amarah.

Tanda-tanda amarah secara umum meliputi:

  • Menggeretakkan gigi atau mengepalkan tinju
  • Bernafas dengan cepat
  • Jantung berdegup kencang
  • Wajah atau telinga memanas
  • Tidak bisa berpikir jernih
  • Ingin memukul sesuatu
  • Menggeram atau berteriak

 

Tenangkan diri Anda sebelum mendisiplinkan anak-anak Anda. Beberapa contoh aktifitas berikut ini akan memberi Anda waktu untuk menenangkan diri. Sehingga Anda dapat tetap berfikir jernih dalam situasi yang sangat tegang. Kita bisa merencanakan sebuah strategi parenting yang dapat membantu anak-anak kita melakukan apa yang kita inginkan tanpa harus melakukan atau mengatakan sesuatu yang mungkin akan kita sesali di kemudian hari. Berikut ini adalah cara-cara untuk meredam marah:

  • Hitung sampai 10 dan tarik napas dalam-dalam (membuat tubuh lebih rileks)
  • Jika memungkinkan untuk rehat sejenak, lakukan hal lain yang menenangkan selama beberapa menit (mandi atau mendengarkan musik)
  • Berolahraga, bergerak, atau jalan-jalan untuk membuang sebagian energi negatif.
  • Bayangkan diri sendiri berada di sebuah tempat yang indah, dami dan tenang seperti di sebuah pantai yang sunyi.
  • Ingatkan diri sendiri bahwa tidak apa-apa menjadi orang tua yang kurang sempurna.
  • Ingatkan diri sendiri bahwa momen ini akan berlalu, cepat atau lambat.
  • Ingatkan diri sendiri bahwa anak kita mungkin tidak bermaksud membuat kita marah.
  • Minta keterlibatan orang lain (apakah untuk membantu menyelesaikan masalah ataupun untuk sekedar teman berbagi)
  • Pikirkan sebanyak mungkin alasan mengapa kita marah (beberapa alasan mungkin saja tidak ada hubungannya dengan anak kita dan catatlah supaya kita dapat menyingkirkan hal-hal tersebut dan fokus hanya pada perilaku anak kita).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *