Keutamaan Doa Sapu Jagat

By | November 2, 2015

“Maka, di antara manusia ada yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia’. Dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.” (QS. Al-Baqarah: 200)

Ketika Nabi Adam dan iblis dikeluarkan dari surga. Keduanyapun berdoa.

Tapi Adam berdoa untuk kebaikan dan iblis berdoa untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Adam khawatir tentang jiwa dan agamanya. Iblis khawatir tentang jasad dan dunianya.

Sering kali kita lihat orang-orang yang memohon kepada Allah hanya untuk mengejar kebahagiaan dunia saja. Sibuk memanjatkan doa minta rumah, mobil, karier, pendidikan, dan hal lainnya yang bersifat keduniaan.

Tidak salah, tapi orang-orang ini mungkin hanya akan mendapatkan bagian dari dunianya saja dan tidak mendapatkan apa-apa untuk akhiratnya.

Mereka hanya meminta uang dan harta. Mereka hanya meminta rumah dan mobil. Mereka hanya meminta untuk karier dan berbagai kesenangan dunia lainnya yang hanya sementara.

Orang-orang seperti ini memiliki masalah yang sangat besar dalam memandang negeri akhirat dan berpikiran sangat sempit dengan hanya mementingkan duniawinya saja.

Sebagai seorang muslim, kita tidak boleh melupakan bagian akhirat. Allah Swt mengajarkan kita dengan doa yang sangat singkat, padat, dan mencakup kebutuhan kita baik di dunia maupun di akhirat.

“Maka, di antara manusia ada yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia’. Dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Dan di antara mereka ada yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka. Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 200-202)

Doa sapu jagat di atas mencakup tiga unsur: kebaikan di dunia, akhirat, dan perlindungan dari azab neraka. Perhatikan, dua diantara tiga hal yang diminta adalah untuk akhirat dan hanya satu untuk dunia.

Doa di atas sangatlah lengkap karena meliputi berbagai kebaikan di dunia dan permohonan untuk dijauhkan dari segala keburukan.

Kebaikan di dunia mencakup segala permintaan yang bersifat duniawi, berupa kesehatan, rumah yang luas, isteri yang`cantik, rezeki yang melimpah, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang nyaman, pujian, dan lain sebagainya.

Sedangkan mengenai kebaikan di akhirat, maka yang tertinggi adalah masuk surga dan segala cakupannya berupa rasa aman dari ketakutan yang sangat dahsyat, kemudahan hisab, dan berbagai kebaikan urusan akhirat lainnya.

Sedangkan keselamatan dari api neraka, berarti juga kemudahan dari berbagai faktor penyebabnya di dunia, yaitu berupa perlindungan dari berbagai larangan dan dosa, terhindar dari berbagai syubhat dan hal-hal yang haram.

Kita begitu cemas dengan kehidupan dunia yang hanya beberapa puluh tahun dan melupakan kehidupan yang lebih kekal di akhirat. Seorang muslim haruslah memikirkan bagian akhiratnya.

Al-Qasim Abu Abdur Rahman mengatakan, “Barangsiapa dianugerahi hati yang suka bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, dan diri yang sabar, berarti ia telah diberikan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta dilindungi dari adzab neraka. Oleh karena itu, sunnah Rasulullah menganjurkan do’a tersebut di atas.”

Dan Anas bin Malik sendiri jika hendak berdoa, ia selalu membaca do’a itu, atau ia menyisipkan do’a itu dalam do’anya yang lain. Dan diriwayatkan oleh Muslim, (yaitu perkataan Anas.-Pent.) “Jika Allah mendatangkan kebaikan kepada kalian di dunia dan kebaikan di akhirat serta melindungi kalian dari adzab neraka, berarti Dia telah memberikan seluruh kebaikan kepada kalian.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas,

“Rasulullah Saw pernah menjenguk seorang muslim yang sudah sangat lemah seperti anak burung, lalu beliau bertanya kepadanya: ‘Apakah engkau berdo’a kepada Allah atau memohon sesuatu kepada-Nya?’ Ia menjawab: ‘Ya, aku mengucapkan: Ya Allah jika Engkau menetapkan siksaan kepadaku di akhirat, timpakan saja kepadaku lebih awal di dunia.’ Maka Rasulullah bersabda, ‘Subhanallah, engkau tidak akan kuat atau tidak akan sanggup menerimanya. Mengapa engkau tidak mengucapkan, ‘Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari adzab api neraka.’ Maka ia pun memanjatkan doa tersebut kepada Allah, dan Allah pun menyembuhkannya.’” (HR. Muslim)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *