Mendoakan Agar Anak Menjadi Shalih

By | December 10, 2015

Seorang anak yang shalih bisa menjadi investasi kedua orang tuanya ketika meninggal dunia.

Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1631.

Amal seseorang akan terputus ketika ia meninggal dunia, kecuali untuk tiga urusan.

  • Pertama adalah sedekah jariyah.
  • Kedua adalah ilmu yang bermanfaat.
  • Dan ketiga adalah doa anak shalih.

Jika Anda punya uang berlebih, Anda bisa leluasa mengamalkan yang pertama.

Jika Anda memiliki ilmu dan mempunyai kesempatan untuk membaginya, pilihan kedua sangat cocok bagi Anda.

Jika Anda tidak memiliki kedua hal yang pertama, tetapi memiliki keturunan.

Maka piliihan yang ketiga dapat menjadi sumber amal jariyah Anda kelak.

Manfaatnya bukan hanya dari doa saja.

Tapi juga dari amalan sang anak.

‘Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah mengatakan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam hadits no. 3528.

Yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jeriy payahnya sendiri.

Dan anak adalah hasil jerih payah orang tuanya.

Di antara tips untuk menyiapkan anak shalih sebagai bekal amal jariyah adalah melalui doa.

Mustahil rasanya tanpa doa kita bisa mendapatkan anak yang shalih.

Ya, petunjuk dan hidayah berada di tangan Allah.

Tapi bukan berarti kita pasrah begitu saja tanpa usaha dan doa.

Bahkan Nabi Ibrahim saja berdoa untuk meminta anak yang baik.

Di dalam surah Ash Shaffaat ayat 100.

“Robbi hablii minash shoolihiin” [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”.

Di dalam surah Ali Imron ayat 38, Nabi Zakariya juga berdoa.

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’” [Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa]

Di ayat lain, Allah mengajarkan doa dari seorang hamba Allah yang beriman.

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al-Furqan: 74)

Bukankah doa orang tua kepada anaknya termasuk doa yang mustajab.

Karena ada tiga doa yang tidak diragukan lagi untuk dikabulkan.

Doa orang tua, doa orang yang berpergian, dan doa orang yang terzalimi.

Jangan sampai orang tua menyia-nyiakan kesempatan emas yang satu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *