Mengenal Allah Lebih Dekat

By | December 6, 2015
Ibnul Qoyyim mengatakan:

“Allah ﷻ mengajak hamba-Nya untuk mengenal diri-Nya di dalam Al Qur’an dengan dua cara.

Pertama, melihat segala perbuatan Allah ﷻ dan yang kedua, melihat dan merenungi serta menggali tanda-tanda kebesaran Allah ﷻ seperti dalam firman-Nya:

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat (tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memiliki akal.” (QS. Ali Imran: 190)

Juga dalam firman-Nya yang lain:

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah: 164)

“(Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah (Ulil Albab) yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar 9).

“Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya (yakni Al Quran). mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka. Itulah Ulil Albab, yaitu orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Az Zumar 18)

Seorang muslim harus meyakini bahwa Allah ﷻ adalah Dzat yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala mamfaat dan menolak segala mudharat.

Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hukum beserta segala sesuatu yang menunjukkan kekuasaan tunggal bagi Allah ﷻ.

Tidak ada seorangpun yang menandingi Allah ﷻ dalam hal ini.

Allah ﷻ  mengatakan:

“’Katakanlah!’ Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya sgala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlash: 1-4)

Ketika seseorang meyakini bahwa selain Allah ﷻ ada yang memiliki kemampuan untuk melakukan seperti di atas, berarti orang tersebut telah menyekutukan-Nya dengan selain-Nya.

Bahkan di masa-masa awal fase dakwah Nabi Muhammad ﷺ di Mekkah, orang-orang kafir tidak mengingkari sedikitpun dan meyakini kekuasaan Allah ﷻ.

Namun mereka membuat sandingan-sandingan lain untuk disembah. Jumlah berhala-berhala yang disembah ini bahkan lebih dari satu.

Lantas apa tujuan mereka menyembah ‘tuhan’ yang banyak itu?

Apa yang sebenarnya mereka inginkan dari sesembahan itu?

Allah ﷻ telah menceritakan di dalam Al Qur’an bahwa mereka memiliki dua tujuan.

Pertama, dengan cara menyembah ‘tuhan-tuhan perantara ini’ mereka ingin mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dengan sedekat-dekatnya sebagaimana firman Allah ﷻ:

“Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong (mereka mengatakan): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami di sisi Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (Az Zumar: 3)

Kedua, agar mereka memberikan syafa’at (pembelaan ) di sisi Allah. Allah ﷻ berfirman:

“Dan mereka menyembah selain Allah dari apa-apa yang tidak bisa memberikan mudharat dan manfaat bagi mereka dan mereka berkata: ‘Mereka (sesembahan itu) adalah yang memberi syafa’at kami di sisi Allah’.” (QS. Yunus: 18)

Padahal mereka meyakini Allah ﷻ sebagai Tuhan mereka, tapi mereka membuat sekutu-sekutu tandingan dalam peribadatannya kepada Allah ﷻ.

“Kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan mereka? Mereka akan menjawab Allah.” (QS. Az Zukhruf: 87)

“Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan yang menundukkan matahari dan bulan? Mereka akan mengatakan Allah.” (QS. Al Ankabut: 61)

“Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan bumi setelah matinya? Mereka akan menjawab Allah.” (QS. Al Ankabut: 63)

Ironisnya, praktek-praktek kesyirikan ini kembali terulang di zaman sekarang.

Banyak kita saksikan orang-orang Islam yang masih menyakini bahwa selain Allah ﷻ ada kekuatan lain yang juga berkuasa.

Mereka menyembah Allah ﷻ, namun masih membuat tandingan-tandingan baru.

Mereka meminta di kuburan orang-orang shalih, atau kuburan para wali, atau di tempat-tempat keramat.

Mereka memohon kepada yang sudah meninggal untuk menyembuhkan penyakit, memperlancar rezeki, mempermudah jodoh.

Bukankah ini sama saja mengatakan bahwa ada kekuatan lain selain kekuatan milik Allah ﷻ?

Allah ﷻ berfirman di dalam Al Qur’an:

“Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta.” (QS. Al Fatihah: 5)

Rasulullah ﷺ telah membimbing Ibnu Abbas h dengan sabda beliau:

“Dan apabila kamu minta maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka minta tolonglah kepada Allah.” [1]

Allah ﷻ berfirman:

“Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (QS. An Nisa: 36)

“Hai sekalian manusia sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah: 21)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Allah berfirman kepada ahli neraka yang paling ringan adzabnya. ‘Kalau seandainya kamu memiliki dunia dan apa yang ada di dalamnya dan sepertinya lagi, apakah kamu akan menebus dirimu? Dia menjawab ya. Allah berfirman: ‘Sungguh Aku telah menginginkan darimu lebih rendah dari ini dan ketika kamu berada di tulang rusuknya Adam tetapi kamu enggan kecuali terus menyekutukan-Ku.” [2]

Rasulullah bersabda: “Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Saya tidak butuh kepada sekutu-sekutu, maka barang siapa yang melakukan satu amalan dan dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka Aku akan membiarkannya dan sekutunya.” [3]

 

[1] HR. Tirmidzi

[2] HR. Muslim dari Anas bin Malik h

[3] HR. Muslim dari Abu Hurairah h

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *