Menjaga Lisan Terhadap Sesama Muslim

By | October 30, 2015

Menjaga lisan merupakan salah satu kunci masuk surga. Sebaliknya, apabila seseorang tidak mampu menjaga lisannya sehingga banyak berbuat dosa, niscaya lisannya itu dapat membawanya ke dalam neraka. Berkata baiklah atau diam.

Dalam sebuah hadits Arba’in Nomor 29 dijelaskan.

“… Kemudian Rasulullah saw bersabda, ‘Maukah aku beritahukan kepadamu tentang kunci semua ini?’ Saya (Mu’adz ra) berkata, ‘Mau, wahai Rasulullah saw.’ Maka Rasulullah saw memegang lidahnya, beliau bersabda, ‘Tahan ini!’ Saya (Mu’adz ra) berkata, ‘Wahai Nabi Allah, adakah kita terhitung berbuat dosa dikarenakan apa yang kita bicarakan?’ Maka Rasulullah saw bersabda, ‘Ibumu kehilangan dirimu wahai Mu’adz, tidakkah banyak manusia terjerumus mukanya di dalam neraka dikarenakan lidahnya’, Atau ‘Bukankah hidung manusia terjerembab ke dalam neraka dikarenakan jeratan-jeratan lidahnya?’” (HR At-Tirmidzi dan ia mengatakan hadits ini hasan shahih).

(Baca artikel populer sebelumnya: Ciri Ciri Orang Kafir)

Menjaga Lisan Terhadap Sesasam Muslim

39Allah Swt berfirman,

“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati-hati mereka (kaum mukminin), seandainya kamu membelanjakan dunia dan seisinya, niscaya kamu tidak akan dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah lah yang mempersatukan hati-hati mereka.” (QS. Al Anfal: 63)

Kaum mukminin itu seperti satu anggota tubuh, jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka bagian tubuh yang lain juga akan merasakan sakit. Nabi Saw bersabda,

“Perumpamaan kaum mukmin dalam kasih sayang dan belas kasih serta cinta adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian anggota tubuh sakit maka akan merasa sakit seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena orang-orang yang beriman itu adalah saling bersaudara. Hendaknya kita memiliki wajah yang selalu berseri-seri dan tutur kata yang halus kepada saudara kita seiman.

“Barangsiapa memasukkan kebahagiaan kepada keluarga muslimin maka Allah tidak rela baginya pahala selain surga.” (HR. Ath-Thabrani)

Penting bagi kita untuk tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Huroiroh berkata, Rasululloh Saw bersabda,

“Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)

Bahkan Abu Musa pernah berkata,

Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah Saw bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR. Muslim no.59)

Mari kita jaga perasaan saudara-saudara kita dengan lisan yang baik. Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

(sumber gambar: smstauhid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *