Merantau Mencari Ilmu

By | October 24, 2015

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan (pahamkan) ia dalam agama.” (Muttafaq ‘alaihi)

Hidup merantau sangatlah berat, seolah mengemban pesan tersurat, ‘Jangan pulang sebelu berhasil’.

Adalah salah satu karakter khas para pencari ilmu untuk pergi merantau, mengumpulkan serpihan-serpihan penginggalan para ulama yang terserak.

Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim)

Jangan takut untuk pergi mencari ilmu, kelak kita akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang kita tinggalkan, membina persahabatan baru dan megikat tali kekeluargaan dengan orang-orang yang belum pernah kita temui sebelumnya.

Imam Syafi’i dalam salah satu syairnya mengatakan,

“Berlelah-lelahlah merantau, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.
Jika mengal
ir, ia menjadi jernih, jika tidak, ia akan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa.
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.

Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam.
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempat asalnya.
Jika bijih memisahkan diri dari tanah, barulah ia dihargai sebagai emas murni.

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika berada di dalam hutan. Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.

Selamat merantau dan mencari ilmu…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *