Penjara Lebih Aku Sukai…

By | October 23, 2015

Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf: 33)

Setelah mendapatkan banyak fitnah dari para wanita kerajaan, pihak berwenang akhirnya memenjarakan Yusuf. Dan penjara lebih ia sukai meskipun berada di pihak yang benar.

“Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu.” (QS. Yusuf: 35)

Di dalam jeruji besi, masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Yusuf membantu menterjemahkan takwil mimpi dua temannya ini; seorang tukang roti dan tukang pemberi minum raja.

Berkatalah salah seorang di antara keduanya, “Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.” Dan yang lainnya berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung.” berikanlah kepada kami takwinya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (menakwilkan mimpi).” (QS. Yusuf: 36)

Nabi Yusuf menakwil mimpi mereka berdua, bahwa di antara mereka berdua ada yang akan keluar dari penjara dan kembali bekerja seperti semula memberi minum kepada raja, sedangkan yang satu lagi akan disalib dan burung akan memakan kepalanya.

Setelah salah satu temannya keluar dari penjara, Nabi Yusuf berpesan kepadanya untuk menyampaikan masalah dirinya kepada raja bahwa dia tidak bersalah dan memohon untuk dikeluarkan dari penjara.

“Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya.” (QS. Yusuf: 42)

Pada suatu hari, raja bermimpi dan berkata kepada para pemuka kaumnya,

“Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka!Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku ini jika kamu dapat menakwilkan mimpi! (QS. Yusuf: 43)

Mereka para pemuka menjawab,

“(Itu) mimpi-mimpi yang kosong dan kami tidak mampu menakwilkan mimpi itu.” (QS. Yusuf: 44)

Berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat kepada Yusuf setelah beberapa waktu lamanya.

”Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).” (QS. Yusuf: 45)

“Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang di makan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.” (QS. Yusuf: 46)

Yusuf berkata,

“Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.” (QS. Yusuf: 47)

“Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan.” (QS. Yusuf: 48)

“Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur).” (QS. Yusuf: 49)

Setelah mengetahui takwilnya, raja sangat gembira dan meminta Yusuf datang ke hadapannya. Tapi Yusuf menolak ajakannya sampai ia dinyatakan tidak bersalah. Raja berkata,

“Bawalah dia kepadaku.” Ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata, “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka.” (QS. Yusuf: 50)

Sang raja berkata kepada perempuan-perempuan itu,

“Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukan dirinya?” Mereka berkata, “Maha sempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya.” Istri Al-Aziz berkata, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.” (QS. Yusuf: 51)

Yusuf kemudian berkata,

“Yang demikian itu agar dia (Al ‘Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak menghianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS. Yusuf: 52)

Dan Nabi Yusuf akhirnya bebas dari penjara, dinyatakan tak bersalah serta bersih dari segala tuduhan yang menyerangnya.

“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Yusuf: 53)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *