Persiapan Nikah: Diakah Orangnya?

By | December 2, 2015

Persiapan nikah bukan hanya sekedar materi tapi juga dalam perkara pemilihan pasangan yang kelak akan menjadi ayah atau ibu dari anak-anak Anda. Seorang pria yang akan menjadi imam keluarga Anda atau seorang wanita yang akan menjadi ibu penjaga buah hati Anda.

persiapan nikah
(Baca artikel populer sebelumnya: Cobaan Dari Allah Dalam Bentuk Harta)

Persiapan Nikah Dengan Memilih Pasangan Yang Shaleh

Ia bernama lengkap Abu ‘Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim Ibn Al Mughirah ibn Bardizbah Al Jufi Al Bukhari. Beliau lahir pada hari Jum’at 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M) di Bukhara, nama sebuah kota yang berada di negeri Rusia.

Imam Bukhari adalah anak seorang ulama besar ahli hadits yang pernah berguru kepada Malik Ibn Anas, Hamad ibn Zaid dan Ibn Mubarak. Ayahnya meninggal di waktu Imam Bukhari masih kecil dan mewariskan banyak harta yang memungkinkan beliau hidup fokus untuk menuntut ilmu. Imam Bukhari dirawat kemudian dididik langsung oleh ibunya.

Imam Bukhari tumbuh menjadi anak yang berbakat dalam ilmu agama. Ia sudah banyak menghafal hadits ketika berusia 10 tahun. Dalam usia 16 tahun, ia mampu menghafal kitab sunan Ibn Mubarak dan Waqi serta mengetahui pendapat – pendapat penganut faham rasional, dasar – dasar dan madzhabnya.

Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja “diputar-balikkan” untuk menguji hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan.

Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya.

Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.

***

Sudah Maksimalkah Persiapan Nikah Anda?

Anak adalah amanah bagi ibu bapaknya. Setiap orang tua bertanggung jawab terhadap amanah yang Allah berikan ini. Banyak para orang tua yang melalaikan amanah dan kewajiban mendidik anak. Ini adalah perkara besar karena termasuk mengkhianati amanah yang telah Allah berikan.

Tugas dan tanggung jawab untuk mendidik anak sebenarnya sudah ada sebelum anak-anak Anda terlahir ke dunia. Kapan itu? Yaitu ketika seorang pria memilihkan seorang akhwat yang akan menjadi istrinya, seorang wanita yang akan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak.

Kita percaya bahwa sifat dan karakter anak akan diturunkan dari ayah, ibu dan garis keturunan di atasnya. Oleh karena itu, berhati-hatilah memilih calon pasangan hidup Anda. Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Begitu pula dengan anak biologis Anda.

Masih ingatkah Anda tentang kisah seorang gadis penjual susu pada masa Khalifah Umar bin Khattab? Sebuah kisah yang telah menginspirasi ummat Islam tentang arti persiapan nikah. Khalifah Umar bin Khattab sangat terkenal dengan kegiatannya beronda pada malam hari di sekitar daerah kekuasaannya. Pada suatu malam ia mendengar dialog seorang anak perempuan dan ibunya, seorang penjual susu yang miskin.

Kata ibu “Wahai anakku, segeralah kita tambah air dalam susu ini supaya terlihat banyak sebelum terbit matahari”

Anaknya menjawab “Kita tidak boleh berbuat seperti itu ibu, Amirul Mukminin melarang kita berbuat begini”

Si ibu masih mendesak “Tidak mengapa, Amirul Mukminin tidak akan tahu”.

Balas si anak “Jika Amirul Mukminin tidak tahu, tapi Tuhan Amirul Mukminin tahu”.

Umar yang mendengar kemudian menangis. Betapa mulianya hati anak gadis itu. Ketika pulang ke rumah, Umar bin Khattab menyuruh anak lelakinya, Asim menikahi gadis itu.

Kata Umar, “Semoga lahir dari keturunan gadis ini bakal pemimpin Islam yang hebat kelak yang akan memimpin orang-orang Arab dan Ajam”.

Asim yang taat tanpa banyak tanya segera menikahi gadis miskin tersebut. Pernikahan ini melahirkan anak perempuan bernama Laila yang lebih dikenal dengan sebutan Ummu Asim. Ketika dewasa Ummu Asim menikah dengan Abdul-Aziz bin Marwan. Dari keduanya kelak lahir orang besar nan disegani yang akan memimpin jazirah Arab, yaitu Khalifah Umar bin Abdul-Aziz.

Demikianlah artikel tentang persiapan nikah ini. Semoga bermanfaat.

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *