Reinkarnasi Dalam Islam

By | December 5, 2015

Reinkarnasi adalah keyakinan tentang regulasi ruh.

Yaitu ruh orang yang telah mati akan menitis kepada makhluk lain. Bisa berwujud manusia, bisa pula hewan maupun batu.

Ajaran ini dikenal dalam agama Hindu.

Disebutkan dalam kitab Bhagavad Gita 2:22,

“Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dengan meninggalkan pakaian lama, begitu pula, sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan tua yang tidak berguna lagi.”

Di dalam agama Buddha dikenal dengan istilah tumimbal lahir (rebirth).

Menurut Tripitaka, mahkluk yang meninggal akan langsung tumimbal atau lahir kembali, tidak ada jeda atau masa penantian.

Dalam dunia kejawen juga banyak beredar dongeng tentang reinkarnasi dengan sebutan ‘titisan’.

Hal ini karena kejawen masih mewarisi budaya Hindu.

Agama Salamullah juga memakai ajaran tersebut.

Secara terbuka mereka pernah mengaku dirinya merupakan “orang-orang suci” zaman dahulu yang dilahirkan kembali untuk “meluruskan” uamt.

Perintis Salamullah, Lia Aminuddin adalah titsan Bunda Suci Maria, sedangkan Imam Mahdi Salamullah, Muhammad Abdul Rahman adalah titisan Nabi Muhammad SAW.

Sebagian orang sesat juga mengklaim bahwa reinkarnasi ada di dalam Islam.

Pada tahun 1984, sebuah buku karya H.E. Semedi yang berjudul “Sebuah Ijtihad” menyebutkan bahwa dulu sebelum mati, manusia pernah hidup.

Dan sebelum masa hidup itu, manusia pernah mati dan sebelum manusia mati ketika itu…

…manusia pernah hidup pula dan seterusnya, kembali kepada kehidupan secara fisik yang pertama.

Begitu juga pendapat Anand Khrisna yang menjadi guru orang-orang liberal.

Tetapi konsep dan penafsiran tentang reinkarnasi itu bathil dalam pandangan Islam.

Ayat yang biasanya dipakai untuk mengesahkan adanya reinkarnasi adalah,

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan, dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS. Al Baqarah: 28)

Hanya saja penafsiran mereka bertentangan dengan banyak ayat dan hadits-hadits yang shahih.

Ibnu Abbas, sebaik-baik penafsir Al Quran memberikan penjelasan,

“Dahulu (bapak) kalian adalah tanah sebelum Dia (Allah) menciptakan kalian, dan tanah tersebut mati, kemudian Dia menghidupkan kamu, inilah kehidupan. Kemudian Dia mematikan kalian dan mengembalikan kalian ke kubur, inilah kematian yang berikutnya. Kemudian Dia akan membangkitkan kalian pada hari kiamat, inilah kehidupan (kedua).” (Tafsir Ibnu Katsir I/101)

Hadits yang menjelaskan tentang perjalanan ruh setelah mati juga mendukung pendapat tersebut.

TIDAK ADA REINKARNASI.

Andai saja satu nyawa mengalami hidup berkali-kali, menjadi manusia yang berbeda-beda,

Lantas manusia manakah yang kelak bertanggung jawab di hadapan Allah?

Kalua manusia yang ada sekarang hanyalah merupakan penjelmaan dan titisan dari manusia sebelumnya…

Bukankah manusia pertama hanya satu nyawa saja, yakni Adam?

Dan masih segudangn kontradiksi lain yang menyelisihi akal sehat dan dalil yang shahih.

Walhasil, reinkarnasi adalah keyakinan sesat dalam pandangang syariat Islam, Wallu ‘alam bishawab. (Abu Umar A)

(Sumber: Majalah Ar Risalah No. 49 Jumadil Akhir 1426 H)

 

6 thoughts on “Reinkarnasi Dalam Islam

    1. Sulaymane Idris Post author

      Wallu ‘alam artinya Allah Maha Mengetahui.
      Sebuah pengagungan, bukan kebohongan.

      Reply
      1. SSJ

        kalo ada wallahu alam di akhir tulisan, itu artinya tulisan yang anda sampekan sama juga bohong
        karena anda sendiri tidak tahu
        berarti anda pembohong
        karena pembohong itu sok tahu
        harus diakui kalo anda tidak tahu

        Reply
        1. Sulaymane Idris Post author

          Baik, saya memang masih belajar.
          Terima kasih sudah mampir membaca

          Reply
  1. siti

    sesat sesat
    orang kejawen memang sesat
    mari kita hancurkan orang kejawen yang sesat
    kita pukul mereka
    kita hancurkan mereka
    supaya tidak mengotori tanah jawa
    meski tanah jawa ini sebelumnya penganut kejawen pada mulanya
    ajaran yang sesuai dengan budaya jawa
    ayo kita ambil alih
    kita ganti dengan ideologi kita
    kita bumi hanguskan yang berlainan dengan kita
    mana fpi mana mui
    mari bersama menghacurkan kesesatan para kejawen ini
    kita ganti dengan paham kita asli arab pasti benar

    Reply
    1. Sulaymane Idris Post author

      Berbicara baik lebih menyejukkan…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *