Satu Solusi Untuk Berbagai Masalah

By | November 5, 2015

“…niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”  (Q.S. Nuh: 10-12)

Abdullah bin Abbas mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan serta Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”

Pada hadits di atas, Rasulullah Saw memberikan informasi tentang tiga hal yang dapat diraih melalui istighfar.

Pertama adalah jalan keluar untuk setiap kesedihan, kedua adalah kelapangan untuk setiap kesempitan, dan ketiga adalah pemberian rezeki yang halal oleh Allah Swt dari arah yang tidak diduga-duga.

Jelaslah bahwa istighfar adalah satu faktor yang dapat mempermudah rezeki seorang hamba. Istighfar sendiri mengandung pengertian meminta ampunan kepada Allah Swt dengan ucapan dan perbuatan.

Jadi, istighfar dilakukan bukan hanya melalui lisan semata, tetapi juga harus diaplikasikan melalui perbuatan nyata.

Berkaitan dengan keutamaan istighfar, Imam Al-Hasan Al-Bashri menyarankan kepada orang-orang yang mengalami kefakiran, sedikitnya anak dan keturunan, paceklik kemarau, dan kekeringan kebun-kebun untuk memperbanyak melakukan istigfar.

Suatu ketika, seorang laki-laki mengadu kepada Imam Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan yang dialaminya, maka Imam Al-Hasan Al-Bashri mengatakan kepada laki-laki tersebut, “Beristigfarlah kepada Allah!”

Orang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, Beristighfarlah kepada Allah!”.

Yang lain meminta kepadanya, “Doakanlah aku kepada Allah agar Allah Swt memberiku anak!” Maka beliau mengatkan kepadanya, “Beristigfarlah kepada Allah!”

Dan yang lain mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan kepadanya dengan jawaban yang sama pula, “Beristigfarlah kepada Allah!”

Banyak orang yang datang mengadukan permasalahan hidup seperti kegersangan, kekeringan, kemiskinan, sedikitnya anak dan keturunan kepada Imam Al-Hasan Al-Bashri.

Namun beliau hanya memberikan solusi berupa istigfar. Beliau tidak mengatakan menurut kehendaknya sendiri, melainkan berdasarkan firman Allah Ta’ala. dalam Al-Quran.

Di dalam surat Nuh ayat 10-12 Allah Ta’ala. berfirman:

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai’.” (Q.S. Nuh: 10-12)

Imam Qurthubi menjelaskan bahwa tiga ayat di atas menunjukkan bahwa istighfar adalah satu sebab diturunkannya rezeki dan hujan.

Hal ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua tentang nilai yang terkandung dari istighfar.

Sedangkan Ibnu Katsir menerangkan bahwa jika seseorang bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah Swt Dan menaati-Nya, maka Allah akan memperbanyak rezeki orang tersebut, menurunkan hujan yang lebat disertai keberkahan dari langit dan bumi.

Allah Swt juga akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, melimpahkan air susu perahan, memperbanyak harta dan anak-anak, menjadikan kebun-kebun dengan berbagai macam buah-buahan serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun tersebut.

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *