Tertulis 50,000 Tahun Yang Lalu

By | November 3, 2015

Rasulullah Saw bersabda:

… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim 2653)

Iman kepada takdir memiliki kedudukan yang sangat penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu rukum iman.

Hal ini ditunjukan dengan banyaknya dalil dalam Al Quran maupun Sunnah yang membahas tentang hal ini. Beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk, adalah rukun iman yang keenam. Salah memahami keimanan terhadap takdir dapat membatalkan keimanan seseorang.

Allah Swt berfirman,

“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At Taubah: 51)

Siapa saja yang percaya kepada takdir Allah Swt akan meyakini bahwa ia tidak akan ditimpa suatu musibah apapun kecuali apa yang sudah tertulis di dalam Lauhul Mahfuzh[1].

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59).

Iman kepada takdir mendorong seseorang untuk menyandarkan diri hanya kepada Allah atas segala urusannya, baik dunia atau akhirat, perkara kecil ataupun besar. Allah Swt berfirman:

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah” (QS. Al Hajj:70).

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al An’am:59)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

[1] Lauh Mahfuzh adalah kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh catatan kejadian di alam semesta dan disebutkan sebanyak 13 kali di dalam Al Quran. Allah telah mencatat segala kejadian-kejadian dari permulaan hingga akhir zaman. Baik kisah tentang penciptaan alam semesta, cerita nabi dan rasul, azab yang menimpa suatu kaum, dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *