Tetangga – Berbuat Baiklah Kepada Mereka

By | October 13, 2015

Tetangga memiliki peran yang mulia. Jibril bahkan senantiasa berwasiat kepada Nabi Muhammad SAW seolah-olah tetangga berhak mendapatkan waris dari beliau Rasulullah SAW.

tetangga

Berbuat Baik Kepada Tetangga

Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36).

Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Muslim (no.46); Ahmad (no.8638); Al Bukhari (no.7818)).

Hasan Al-Basri bertetangga dengan seorang Nasrani yang tinggal di lantai atas, WC tetangganya ini memiliki lubang sehingga air seninya jatuh ke bawah tempat Hasan Al-Basri tinggal.

Ia kemudian meletakkan wadah untuk menampung air seni yang menetes dan setelah penuh dibawa keluar di malam hari untuk dibuang.

Hal ini terjadi selama dua puluh tahun berturut-turut.

Ketika suatu hari Hasan Al-Basri mengalami sakit, tetangganya itu datang untuk menjenguk dan meilhat wadah penampung air seni.

Iapun bertanya, “Sejak berapa lama Anda mengalami penderitaan dariku ini?” Hasan Al-Basri menjawab, “Sejak dua puluh tahun.”

Mendengar jawaban itu, si Nasrani segera melepas ikat Zunarnya (pengikat di perut ciri khas orang Nasrani) dan langsung memeluk agama Islam.

Al-Hasan berkata,

“Bertetangga yang baik bukanlah menahan diri dari mengganggunya, tetapi bertetangga yang baik ialah bersabar terhadap gangguannya.” (Jâmi’ul ‘Ulûm wal-Hikam (I/353))

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang wanita yang rajin shalat malam, puasa dan shadaqah, akan tetapi dia selalu mengganggu tetangganya dengan lisannya, maka Nabi Saw bersabda,

“Tidak ada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka”. Kemudian disebutkan lagi, ada wanita yang melakukan shalat wajib lima waktu dan dia suka bershadaqah dengan keju dan tidak mengganggu seorang pun juga, maka Nabi bersabda: “Dia termasuk ahli surga.” (HR. Bukhari no. 119)

Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. “Sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yang tetangganya tidak aman dari keburukannya.” (HR. Bukhari no.6016)

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *