Tidak Ada Orang Tua Yang Sempurna

By | November 13, 2015

Ketika aku masih belum sekolah dulu, umurku mungkin sekitar 5 atau 6 tahun, ibu sangat suka membuat nasi goreng untuk makan malam. Pada suatu malam di bulan Agustus, saya ingat ibu pulang ke rumah dengan sangat kelelahan karena kerja keras seharian penuh di pabrik resleting di kota kami. Malam itu, ibu sudah terlalu lelah untuk memasak dan tanpa sadar memasukkan garam terlalu banyak ke dalam penggorengan.

Aku dan ayah memperhatikan dari kejauhan dan mengasingkan diri untuk menunggu di ruang makan. Sebenarnya ini bukan ruang makan. Ini adalah ruang multifungsi, karena rumah kami hanya berukuran 5×5, ruang tamu merangkap sebagai ruang makan.

Setelah membawa tiga piring nasi goreng kepada kami berdua, ayah langsung bergegas mencicipi nasi goreng di piringnya. Ia tersenyum pada ibu dan mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi. Aku tidak ingat apa yang aku katakan kepada ibu malam itu, tapi aku ingat betul keringat yang membasahi seragam pabriknya karena kepanasan setelah 15 menit memasak di depan wajan.

Padahal aku ingin mendengar ibu saya meminta maaf kepada ayah saya karena telah membuat nasi goreng yang terlalu asin. Dan saya tidak akan pernah lupa apa yang ayah katakan pada ibu malam itu: “Sayang, aku suka nasi goreng asin.”

Malam itu, aku pergi untuk mencium ayah dan bertanya apakah dia benar-benar menyukai nasi goreng asin. Dia mengaitkan kedua lengannya, seketika aku langsung berada di dalam pelukannya dan ia berkata, “Ibumu sudah bekerja keras seharian dan dia sangat lelah. Nasi goreng asin tidak akan pernah membuat kita berdua mati.

Hidup ini penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Belajarlah untuk menerima kesalahan orang lain.

***

Setiap orang di dalam rumah pasti pernah berbuat kekhilafan; ayah, ibu, kakak, adik. Sebagai orang tua, kita tentunya akan sesekali melakukan kesalahan. Begitupun dengan anak-anak, mereka mungkin akan melupakan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka buat. Tapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana Anda merespons terhadap kesalahan tersebut. Bersikaplah tenang dan jangan terbawa emosi apalagi sampai menggunakan kekerasan.

Pahamilah bahwa anak adalah karunia dan rezeki terbesar dalam sebuah bahtera rumah tangga. Teriakan riang dan tangisan anak-anak akan menambah kelengkapan isi rumah Anda. Apa jadinya rumah yang luas, bagus, dan dilengkapi dengan furtinur mewah  tanpa adanya riuh rendah suara anak-anak di dalamnya.

Setiap pasangan tentunya berharap untuk dapat menjadi orang tua yang terbaik untuk anak-anaknya. Tidak ada cara yang benar 100% atau salah 100% dalam mendidik anak. Selagi Anda berhasil memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pendidikan agama yang baik bagi anak-anak Anda, telebih dengan meluangkan waktu khusus untuk bermain bersama anak-anak, maka percayalah bahwa Anda telah berhasil menjalankan fungsi dan perang orang tua dengan baik.

Meskipun banyak buku-buku dan teks-teks literatur yang membahas bagaimana mendidik anak dengan benar, Anda harus tetap pecaya bahwa naluri dan hati kecil Anda sendirilah yang dapat menjadi juri terakhir pada saat Anda bimbang memutuskan metode dan cara apa yang terbaik untuk situasi yang sedang Anda hadapi.

Terkadang anak-anak memang bersikap sangat menjengkelkan dan sulit diatur. Mereka seakan sangat mahir untuk menguji kesabaran Anda sebagai orang tua. Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Michele Dorba, pengarang buku “The Big Book of Parenting Solution” mengatakan bahwa anak-anak memang menginginkan kebebasan namun di sisi lain juga mengharapkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Anak-anak bisa menjadi sangat aktif dan membuat frustasi bagi kebanyakan orang tua.

Konsistensi adalah salah satu kunci dalam mendidik anak. Ketika Anda sebagai orang tua tidak konsisten dengan aturan yang Anda buat, anak akan menjadi bingung. Jika Anda memberikan izin untuk melakukan sesuatu di satu waktu namun melarangnya di waktu lainnya, anak akan menjadi bingung dengan ketidakkonsistenan Anda. Mereka akan kesulitan memahami cara Anda bersikap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *