Tips Diplogami Untuk Istri

By | November 7, 2015

Poligami dalam islam bukanlah cinta segitiga apalagi segiempat.”

Masyarakat seringkali bersikap prejudice terhadap orang-orang yang memilih hidup untuk dipoligami.

Mereka yang sinis mungkin produk dari kegagalan poligami orang tua mereka. Cemoohan mereka hanya merefleksikan diri mereka sendiri. Jangan hiraukan dan tetaplah percaya diri.

Klik dan baca juga : Keutamaan Luar Biasa Doa Sapu Jagat

Hindari diskusi masalah poligami dengan mereka, apalagi sampai curhat perihal urusan rumah tangga Anda dengan orang-orang seperti ini. Bisa jadi bukan solusi yang Anda akan dapatkan, tapi malah petaka besar.

Seorang teman yang baik akan membantu Anda mempertahankan rumah tangga, bukan justru menjerumuskan kepada pertengkaran dan perceraian.

 

Anda sudah siap dipoligami? Cek tips-tips berikut ini:

Berbagi Cinta

“Kamu tidur di rumah istri pertama selama tiga hari berturut-turut, sekarang kamu harus tidur denganku selama tiga hari berturut-turut!” “Kamu mengajaknya ke luar kota selama tiga kali, tapi mengapa hanya mengajakku sekali seumur hidup!”

Salah satu ketakutan terbesar perempuan yang ingin dipoligami adalah karena ketidakpahaman tentang arti cinta.

Klik dan baca juga : 18 Manfaat Bersyukur!

Cinta terlalu sempit didefinisikan sebagai perasaan yang hanya dirasakan secara eksklusif oleh dua individu saja.

Jadi ketika seorang laki-laki memilih untuk beristri dua, masyarakat akan berasumsi bahwa ia pasti lebih mencintai istri pertamanya dibanding istri keduanya.

Cinta itu tidak terbatas! Dan tidak ada bilangan yang membatasinya. Sama seperti halnya seorang ibu yang mempunyai anak kedua, ia tentunya masih mencintai anak pertamanya.

Ketika seorang laki-laki menikahi istri kedua, ketiga atau keempat, cntanya untuk istri pertama tetap akan sama dan tidak berkurang.

Setiap pria yang ingin berpoligami dan wanita yang ingin dipoligami harus memahami makna cinta di atas.

Klik dan baca juga : 18 Manfaat Bersyukur!

Jangan Bermain Perasaan

Daripada bertanya “Apakah saya mendapatkan persis seperti apa yang didapatkan istri lainnya?” sebaiknya seorang istri yang dipoligami bertanya “Apakah saya mendapatkan apa yang saya butuhkan.”

Tidak semua orang memerlukan kebutuhan yang sama.

Kebahagian akan mudah didapatkan jika seorang istri lebih memikirkan kebutuhannya sendiri daripada sibuk ingin memiliki sesuatu yang sama dengan istri lainnya –walaupun sebenarnya hal itu tidak dibutuhkannya.

Klik dan baca juga : 18 Manfaat Bersyukur!

Minta Apa Yang Anda Butuhkan

Seorang istri tidak boleh mengatakan, “Kamu harus berhenti memberikan si A dengan bla bla bla; sebagai gantinya katakan “Saya membutuhkan Y. Menjadi bahagia bukanlah sebuah kompetisi.

Apa yang diinginkan seorang istri mungkin bisa dipahami oleh istri lainnya, tapi tidak oleh suami mereka. Jika tidak memintanya, maka suami tidak akan tahu apa yang dibutuhkan istrinya.

Apabila seorang istri memiliki sebuah kebutuhan, maka katakan saja. Jangan berasumsi para suami memahami apa yang selalu diinginkan oleh istri-istri mereka. Jangan juga pernah menyangka bahwa jika seorang suami mencintai istrinya, maka ia mampu memahaminya lewat telepati.

Klik dan baca juga : Jalan Keluar Ketika Jalan Lain Sudah Buntu

Berbagi Waktu

Dalam poligami, waktu yang dibagi adalah waktu sang suami, bukan waktu si istri.

Secara alami, seorang istri tentunya ingin menghabiskan waktu yang lebih banyak bersama orang yang dicintainya, tapi seorang istri juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.

Pada hari sang suami sedang bersama istri lainnya, tidak ada istilah “dicampakkan”. Ini adalah kesempatan yang jarang dinikmati perempuan yang sudah menikah.

Klik dan baca juga : Jalan Keluar Ketika Jalan Lain Sudah Buntu

Gunakan momen ini untuk menikmati tempat tidur seorang diri. Di tengah hiruk pikuknya kesibukan mengurus keluarga, seorang istri terkadang membutuhkan waktunya untuk menyendiri dan menyegarkan pikiran dari rutinitas harian.

Para istri bisa menikmati aktivitas-aktivitas yang disenanginya. Dan ketika sang suami sedang berada di rumah, gunakan kesempatan ini untuk menikmati kebersamaan bersamanya.

Klik dan baca juga : Jalan Keluar Ketika Jalan Lain Sudah Buntu

Perseteruan Antar Istri

Para istri tidak boleh melihat istri lainnya sebagai rival.

Sebaliknya, mereka harus fokus memperkuat hubungan antar sesama. Seorang istri bagi istri lainnya bukan ancaman satu bagi yang lainnya.

Istri pertama mungkin merasa sedikit terancam dengan kehadiran istri kedua sebagai sosok yang akan menggantikannya. Ia takut suaminya tidak lagi mencintainya sama seperti ketika dulu belum berpoligami.

Klik dan baca juga : 8 Cara Super Effektif Untuk Bisa Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid

Sebaliknya, istri kedua juga merasa bahwa istri pertama suaminya adalah cinta sejatinya, ia merasa tidak pernah akan dicintai sebesar cinta sang suami kepada istri pertama.

Begitupun jika ada istri ketiga dan keempat.

Fenomena ini mengingatkan kepada kita semua bahwa masing-masing istri memiliki ketakutannya sendiri-sendiri. Seorang suami ketika sudah memilih seorang wanita menjadi istrinya, pasti memiliki cinta yang sama kepada semua wanita lain yang menjadi istri-istrinya.

Klik dan baca juga : 8 Cara Super Effektif Untuk Bisa Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid

Tidak Ada Cinta Segitiga Dalam Islam

Seorang istri harus berbakti kepada suaminya sebagai sebuah ketaatan yang utuh kepada imam keluarga. Poligami dalam islam bukanlah cinta segitiga apalagi segiempat.

Seorang istri tidak bertanggung jawab terhadap urusan rumah tangga suami dari istri-istri lainnya. Ketika para istri memiliki hubungan pertemanan, ini adalah hubungan yang lain.

Klik dan baca juga : 8 Cara Super Effektif Untuk Bisa Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid

Artinya, ketika seorang istri sedang bersama istrinya, ia perlu bersikap seolah-olah istri lainnya adalah teman biasa. Nikmati kebersamaan layaknya rumah tangga pasangan monogami.

Suamipun juga sama, ketika ia sedang bersama seorang istri, jangan terpancing untuk memperbincangkan istri-istri lainnya dan nikmati waktu bersama secara intim.

Klik dan baca juga : Sabar Tingkat Tinggi Dalam Menghadapi Cobaan

Berteman Sesami Istri

Tidak ada kewajiban bagi istri-istri anda untuk saling berteman. Tapi meng-agendakan pertemuan rutin akan sangat membantu kerukunan di kemudian hari.

Selain menyambung tali silaturahmi, acara ini akan semakin menimbulkan kepercayaan antar sesama istri. Anak-anak juga akan tumbuh mengenali saudara tiri mereka dari ibu yang berbeda.

Jika anak-anak sudah mampu menjalin hubungan persaudaraan sejak kecil, mereka cenderung lebih akur dengan saudara lainnya yang masih satu bapak ketika dewasa kelak.

Klik dan baca juga : Sabar Tingkat Tinggi Dalam Menghadapi Cobaan

Mengatasi Cemburu

Cara terbaik untuk megatasi rasa cemburu antar istri adalah dengan memfokuskan dan mensyukuri apa yang dimiliki setiap istri.

Pada prinsipnya, rasa cemburu muncul ketika seseorang menghitung-hitung apa yang dimiliki orang lain dan membandingkann dengan apa yang dimilikinya.

Jika ada satu istri yang cemburu, coba tanyakan padanya apakah kecemburuan itu datang dari sesuatu yang memang diinginkannya atau pada sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkannya tapi istri lainnya memilikinya.

Klik dan baca juga : Sabar Tingkat Tinggi Dalam Menghadapi Cobaan

Jika apa yang membuatnya cemburu itu datang dari yang terakhir, lupakan dan ingatkan dirinya bahwa ia tidak benar-benar membutuhkannya.

Jika yang menjadi kecemburuan adalah karena sikap suami yang tidak adil, seorang istri hendaknya tidak menjadikan ini sebuah masalah.

Apalagi jika sampai bergosip dengan istri lainnya, seorang istri harusnya berdiskusi langsung dengan suaminya.

Hal ini mungkin tidak akan menghapus rasa cemburu secara total, tetapi setidaknya berhasil meminimalkan.

Klik dan baca juga : Satu Solusi Untuk Berbagai Masalah

Ketika Badai Menerpa

Jika seorang suami tidak membagi waktunya secara adil dalam memberikan hak-hak istrinya, maka ia ada di pihak yang salah.

Seorang istri tidak boleh menyalahkan istri lainnya karena perbuatan suaminya ini.

Hal ini berlaku untuk masalah kecil sampai perkara yang besar. Seorang istri harus membicarakan masalah ini dengan suaminya dan ceritakan apa yang dirasakannya.

Klik dan baca juga : Satu Solusi Untuk Berbagai Masalah

Jika dia adalah seorang suami yang baik, di akan insyaf dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi jika dia belum bisa menemukan solusi yang terbaik, maka seorang istri harus bersabar dan mengatasi perkara ini layaknya pernikahan dalam rumah tangga monogami.

Pernikahan bisa gagal jika salah satu pasangan tidak memenuhi hak-haknya. Hal ini bisa terjadi baik pada pernikahan monogami maupun poligami.

Sebuah hubungan pernikahan bisa gagal meskipun salah satu pasangan sudah mengeluarkan usaha terbaiknya.

Seringkali, seorang pria berusaha menyelesaikan pernikahan pertamanya dengan berusaha menikahi istri kedua. Ia berharap dengan poligami, masalah dengan istri pertamanya bisa segera terselesaikan.

Ini ibarat seseorang yang memadamkan api dengan bensin. Mayoritas laki-laki ingin mendapatkan manfaat dari poligami tapi menolak setiap tanggung jawab yang melekat sesudahnya.

Klik dan baca juga : Satu Solusi Untuk Berbagai Masalah

Akibatnya, banyak yang akhirnya memperlakukan istri-istrinya dengan sangat buruk.

Ada beberapa situasi dimana sebuah pernikahan poligami sudah tidak dapat dipertahankan. Jika berada di situasi seperti ini, Anda harus benar-benar bersikap matang, bukan malah bersikap emosional.

Satu hal yang perlu diingat, jangan menyalahkan poligami untuk kegagalan rumah tangga Anda. Perceraian seseorang adalah karena ketidakmampuannya menjalankan beberapa hak dan kewajibannya.

Klik dan baca juga : Apakah Takdir Bisa Berubah?

Ketika poligami dijalankan berdasarkan Al Quran dan Sunnah, sang suami, istri, dan anak-anak akan mendapatkan manfaat dan bukan menjadi sesuatu yang perlu ditakutkan.

Kunci dari pernikahan bahagia adalah apresiasi. Apresiasi dari istri kepada suami yang telah mencari nafkah seharian dan menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemimpin keluarga.

Apresiasi dari suami kepada istri karena telah menjaga kehormatan dan menjaga keluarga ketika ditinggalkan suami. Ini adalah kunci pernikahan sukses, monogami atau poligami.

Klik dan baca juga : Apakah Takdir Bisa Berubah?

Apa Yang Bisa Membuat Anda bahagia?

Pahamilah diri Anda sendiri. Mengetahui apa yang membuat Anda bahagia sebagai istri adalah langkah pertama untuk membuat Anda benar-benar bahagia. Anda harus tahu batas-batasnya

Jika seorang istri tidak mengetahui batas-batas yang membuatnya bahagia, maka ia akan cenderung melewati batas-batas kebahagian dan justru menjadi tidak bahagia.

Anda baru mengetahui batas-batas tersebut setelah menjadi tidak bahagia.

Klik dan baca juga : Keutamaan Luar Biasa Doa Sapu Jagat

Lupakan mitos-mitos yang mengatakan bahwa kebahagiaan seseorang akan datang ketika pasangannya bahagia. Setiap orang dalam sebuah hubungan, baik istri maupun suami berhak mendapatkan kebahagian, termasuk Anda.

Jadi, adalah sebuah kesalahan besar jika mengorbankan kebahagian anda untuk kebahagian pasangan Anda. Ini bukan egois, tapi memang beginilah realitanya.

Klik dan baca juga : Keutamaan Luar Biasa Doa Sapu Jagat

Jika anda tidak meminta apa yang Anda inginkan, Anda tidak boleh berharap mendapatkan apa yang Anda inginkan; dan jika Anda tidak tahu apa yang anda inginkan, Anda tidak tahu apa yang harus diminta.

Anda akan menjadi bahagia jika memahami apa yang sebenarnya anda butuhkan. Semakin Anda bahagia, semakin mudah anda menjalini hubungan poligami yang sehat.

Semoga bermanfaat…

Klik dan baca juga : Keutamaan Luar Biasa Doa Sapu Jagat

Salam

Sulaymane Idri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *