Tips Parenting: Jangan Membanding-Bandingkan

By | November 15, 2015

Orang-orang mengatakan bahwa dibutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk kembali normal setelah Anda melahrikan seorang bayi. Orang-orang itu tidak tahu bahwa ketika Anda telah menjadi seorang ibu, kehidupan yang “normal” adalah tinggal sejarah.

Orang-orang mengatakan bahwa belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik hanya cukup dengan insting. Orang-orang itu tidak pernah mengajak anak usia 3 tahun belanja ke supermarket. Perhatikan apa yang mereka masukkan ke dalam keranjang jika Anda percaya bahwa mendidik adalah hanya perlu insting.

Orang-orang mengatakan bahwa menjadi seorang orang tua adalah sesuatu yang membosankan. Orang-orang itu mungkin tidak pernah naik ke dalam mobil yang dikemudikan oleh seorang remaja yang belum memiliki SIM. Jantung Anda akan dibuat berdetak kencang akibat manuver-manuver anehnya.

Orang-orang mengatakan jika Anda adalah orang baik, otomatis anak-anak Anda akan juga menjadi baik. Orang-orang ini hanya berpikir bahwa seorang anak hadir ke dunia dengan arah dan jaminan yang jelas.

Orang-orang mengatakan bahwa orang tua yang baik itu tidak pernah meninggikan suara mereka di hadapan anak-anak. Orang-orang ini mungkin belum pernah melihat anaknya bermain lempar-lemparan bola golf di depan adiknya yang tertidur di ranjang bayi.

Orang-orang mengatakan bahwa mendidik anak cukup dari ilmu turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Orang-orang itu mungkin memiliki pengalaman membesarkan anak belasan tahun, tanpa sedikitpun medidiknya. Mendidik dan membesarkan adalah dua hal yang berbeda. Orang-orang ini mungkin menggunakan metode yang tidak berbeda selama berpuluh-puluh tahun serta mengulangi berbagai macam kesalahan yang sama dengan para pendahulunya.

Orang-orang mengatakan bahwa proses menegangkan dari menjadi orang tua adalah menjalani dan menyaksikan proses persalinan anak mereka. Mereka mungkin belum pernah mengantarkan anak mereka di hari pertamanya masuk sekolah menuju kendaraan yang membawanya. Sampai anak Anda benar-benar kembali di rumah, tak ada satupun orang tua yang mengalami ini bisa duduk dengan manis tanpa perasaan iba berjam-jam lamanya.

Orang-orang mengatakan bahwa orang tua akan benar-benar terbebas setelah anaknya menikah. Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa pernikahan sejatinya menambahkan anggota keluarga baru; menantu dan cucu akan menambahkan “pekerjaan” berikutnya yang lebih menantang.

Orang-orang mengatakan ayah dan ibumu akan tahu jika kau mencintainya, sehingga Anda tidak perlu lagi memberitahu keduanya. Semua orang itu belum pernah menjadi orang tua.

Orang-orang mengatakan bahwa Anda tidak akan dapat mencintai anak keempat seperti Anda mencintai anak pertama. Orang-orang itu tidak memiliki empat anak dan tidak pernah merasakan cinta yang sesungguhnya dari orang tua mereka.

***

“Kakak kamu selalu belajar siang malam, dia tidak seperti kamu yang malas. Kakak juga tidak pernah keluar dari peringkat tiga besar di sekolahnya, coba kamu tiru itu kakakmu!”

Disadari atau tidak, orang tua terkadang suka membanding-bandingkan satu anak dengan anak lainnya atau bahkan dengan sepupu atau teman sepermainannya. Walaupun niat awalnya baik, yaitu untuk memberikan contoh dan teladan agar anak termotivasi untuk menjadi lebih baik, sikap ini seringkali diterjemahkan oleh sang anak sebagai bentuk pilih kasih.

Cara ini tidak baik untuk kedua belah pihak, baik bagi anak yang dijadikan contoh maupun bagi anak yang dibanding-bandingkan. Anak yang dijadikan contoh bisa berubah menjadi pribadi yang arogan, sombong, dan merasa selalu benar. Dan bagi anak yang terus-menerus dibanding-bandingkan, mereka dapat merasa iri dan cemburu serta bersikap membangkang kepada orang tua sendiri karena merasa diperlakukan tidak adil.

Kalau ingin memberikan motivasi dan mem­bandingkan seorang anak, ban­dingkanlah dirinya yang kurang baik sekarang dengan dirinya sendiri di masa lalu. Misalnya dahulu ia selalu berhasil mengaji Al Quran satu juz setiap hari, namun dengan kesibukannya sekarang, ia tidak pernah lagi mengaji Al Quran secara rutin.

Dengan membandingkan dirinya sendiri di masa lalu, seorang anak akan termotivasi untuk dapat kembali berubah memperbaiki kesalahan-kesalahannya. Kalau dahulu mereka mampu melakukan kebiasaan-kebiasaan positif yang bermanfaat, maka bukan hal mustahil, hal tersebut dapat dicapai dan diulangi kembali.151

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *