Tips Parenting: Tampil Harmonis di Depan Anak-Anak

By | November 17, 2015

Suatu hari nanti, ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa, kamar-kamar mereka akan kosong karena sibuk di kampus seharian, sms dari mereka berisikan izin untuk berpergian ke luar kota dengan teman-temannya, dan rak sepatu mereka selalu kosong di bawah jam 9 malam.

Suatu hari nanti, ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa, rumah akan bersih dari grafiti. Tidak ada lagi coretan-coretan krayon di dinding rumah dan tak ada satupun spidol-spidol berwarna yang bertebaran di lantai.

Suatu hari nanti, ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa, tidak ada lagi yang akan mengganggu Anda mencolek adonan kue yang masih diaduk dan tak ada satupun yang mengganggu Anda ketika makan, merengek meminta apa yang sedang Anda makan.

Suatu hari nanti, ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa, tidak akan ada lagi kue-kue sisa yang nyasar bersembunyi di bawah sofa. Kunci kendaraan Anda masih tetap di tempat yang sama setelah Anda tinggalkan di malam sebelumnya.

Suatu hari nanti, ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa, Anda bisa langsung masuk kamar mandi tanpa harus membereskan mainan buaya-buayan mereka yang terbuat dari karet dan tidak ada lagi yang meneriakkan, “Gantian dong Mommy, kebelet pipis nih!”

Suatu hari nanti, ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa, hari-hari Anda akan berbeda. Mereka akan pergi meninggalkan kita dan rumah sontak menjadi sepi, tenang dan kosong. Anda akan merasa kesepian.

Semua itu tidak akan pernah terulang kembali.

***

Ribut-ribut kecil adalah hal yang umum terjadi di dalam sebuah rumah tangga. Nikmati saja, nanti akan ada masanya Anda justru akan merindukan situasi-situasi seperti itu. Namun jika terlalu disepelekan dan dibiarkan, bukan tidak mungkin jika masalah yang tadinya kecil bisa berubah menjadi besar.

Menunjukkan pertengkaran dua orang tua di hadapan anak-anak adalah kesalahan terbesar yang dapat Anda lakukan dalam mendidik anak-anak Anda. Dampaknya akan sangat dramatis, terlebih dalam ingatan jangka panjang buah hati Anda.

Bagi anak-anak, perdebatan atau perteng­ka­ran orang tua adalah tanda bahwa orang tuanya tidak lagi mencintai satu sama lain. Anak-anak mulai membayangkan skenario terburuk yaitu perceraian. Orang tua mereka akan bercerai dan meninggalkan mereka seorang diri.

Pertengkaran orang tua dapat membuat anak depresi dan tidak menyukai salah seorang dari ibu atau bapaknya. Rasa benci dan hilangnya rasa aman dari anak-anak dapat menimbulkan efek buruk bagi kejiwaan dan tumbuh kembang psikologis mereka. Anak dapat berfikir bahwa konflik adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan pasangan suami istri. Hal ini dapat memberikan pengaruh buruk dalam rumah tangga si anak kelak ketika mereka dewasa nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *