Tips Poligami Untuk Suami

By | November 6, 2015

“Karena keadilan adalah sesuatu yang harus diperlakukan secara adil pula.”

Suami-suami yang berpoligami sering mempermainkan hubungan rumah tangga mereka layaknya sebuah kompetisi cinta.

Akibatnya, para istri memperlakukan istri lainnya sebagai kompetitor. Banyak hal dalam kehidupan rumah tangga tidak berlangsung seperti yang kita harapkan.

Tapi ingat! Keharmonisan hubungan suami dan istri-istrinya harus masuk dalam prioritas utama.

Pada suatu waktu, seorang istri, karena satu atau dua hal bisa saja mengalami masalah yang cukup besar sehingga sang suami harus memberikan ekstra support dan perhatian.

Sangat tidak adil jika istri lainnya selalu meminta segala sesuatunya berdasarkan hitungan matematis semata. Jika setiap suami mampu mendidik istri-istri mereka untuk bertoleransi, tentunya sikap saling pengertian akan tumbuh di antara mereka.

Ketika anda sudah memutuskan untuk melakukan poligami dan menghadapi cobaan demi cobaan jangan pernah berasumsi bahwa monogami adalah lebih baik.

Dalam kehidupan rumah tangga poligami, keadilan sangat berperan penting untuk menjaga keharmonisan.

Tapi keadilan adalah sesuatu yang harus diperlakukan secara adil pula. Dan keadilan saja tidak cukup, ada banyak hal lainnya  yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah kiat-kiat untuk tips poligami bagi para suami-suami untuk menjinakkan istri-istri mereka.

Jangan Berasumsi Bahwa Setiap Masalah Ada Karena Poligami

Tidak setiap masalah yang menerpa rumah tangga orang yang berpoligami selalu karena poligami. Setiap rumah tangga pasti memiliki masalahnya masing-masing.

Ketika para suami memilih untuk beristri lebih dari satu, sangat mudah untuk mengkaminghitamkan semua masalah yang muncul karena poligami. Pernikahan monogamipun bisa memiliki masalah yang pelik.

Isu-isu yang sensitif pada pernikahan poligami seperti kecemburuan bahkan juga ada di pernikahan monogami. Daripada bersikap saling menyalahkan, alangkah baiknya untuk mencari solusi dari setiap masalah dan memahami akar penyebabnya.

Jangan terlalu dini mudah menyalahkan poligami.

Jangan Membiarkan Masalah Berlarut-Larut

Mendapatkan masalah memang tidak selalu menyenangkan. Mendiamkan sebuah masalah kecil terkadang dapat menyelesaikan ketegangan untuk sementara waktu.

Tapi jika dibiarkan terus menerus, masalah kecil ini bisa berubah menjadi akumulasi bencana yang besar. Hal ini berlaku di setiap rumah tangga, monogami atau poligami.

Sebuah masalah besar seringkali bermula dari masalah kecil yang didiamkan berlarut-larut. Sampai akhirnya ia menjadi sebuah bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu.

Terbukalah dengan setiap istri terhadap semua masalah yang ada, meskipun hal itu hanya isu-isu kecil. Dengarkan dan pahami apa yang terjadi. Belajarlah merasakan sesuatu yang tidak beres.

Jinakkan sebuah masalah sebelum ia memiliki kesempatan untuk bertambah besar.

Jangan Berpihak

Ada masa-masanya ketika para istri ingin memaksakan pendapat dan egonya masing-masing. Ketika hal ini terjadi, sang suami mungkin tidak bisa seorang diri menyelesaikannya.

Para istri harus mencari solusinya sendiri. Setiap suami tidak selalu bisa memecahkan persoalan orang lain, meskipun itu adalah masalah istri kita sendiri.

Terlepas bisa membantu atau tidak, sangat penting bagi para suami untuk tidak berpihak kepada salah satu istri. Tapi bukan berarti suami tidak boleh menawarkan solusi jalan keluarnya.

Jika ditanya dan dimintai pendapat, tidak ada salahnya untuk memberikan saran-saran yang mungkin dibutuhkan. Para istri juga harus ingat bahwa ketika suami mereka memberikan saran, hal ini tidak sama dengan mendukungnya.

Menerima Kekurangan

Dengan istri lebih dari satu, suami harus siap dengan kekurangan yang dimiliki setiap istri-istrinya. Mungkin ada satu istri yang tidak pandai memasak.

Atau istri yang lain mungkin memiliki seleran makanan yang berbeda. Suami ingin pedas, istri ingin manis.

Seorang suami yang mau berpoligami harus siap dengan semua ini dan bersedia menerima kekuarang dari setiap istrinya. Ingatlah, di balik setiap kekurangan seorang istri, terdapat kelebihan yang tidak dimiliki istri-istri lainnya.

Berhenti berandai-andai.

Jangan Menggunakan Standar Satu Orang Istri Kepada Istri Lainnya

Setiap hubungan percintaan itu unik, tidak sama antara tiap orang.

Seorang suami bisa saja hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk merasa klop dengan istri pertamanya. Tapi dengan istri keduanya, mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Atau sebaliknya, justru lebih cepat.

Sebuah hubungan akan berjalan dengan baik jika dua sejoli membiarkan kemesraan tumbuh dengan natural tanpa perlu dipaksakan.

Jangan Takut Untuk Berubah

Setiap hubungan rumah tangga selalu dinamis dan berubah-ubah setiap waktu. Tidak ada satupun hubungan rumah tangga yang tetap sama selama-lamanya.

Selama semua pihak, suami dan istri-istri, mau berubah demi kebaikan, keharmonisan yang dicita-citakan insya Allah akan terwujud.

 

Semoga bermanfaat….

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *