Tujuan Hidup di Dunia

By | October 20, 2015

Tujuan hidup di dunia bukanlah untuk dinikmati. Allah SWT menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadanya. Jika begitu, apakah kita tidak boleh mengerjakan hal-hal lainnya?

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56)

Tujuan Hidup di Dunia Menurut Islam

Dalam sehari-semalam, lebih dari 50% aktivitas manusia dialokasikan untuk urusan duniawinya. Baik yang sekolah, kuliah, bekerja, berbisnis, atau hal-hal keduniawiaan lainnya.

Jika, sebagai seorang muslim, kita meyakini bahwa Al Quran adalah panduan hidup yang hakiki.

Tentunya mayoritas isi Al Quran akan menjelaskan tentang bagaimana carnya untuk lulus sekolah/kuliah, pastinya Al Quran juga akan menerangkan bagaimana caranya berhasil di dunia kerja dan berkarier, dan niscaya Al Quran juga pasti akan memberikan tips-tips bagaimana menjalankan bisnis agar mendatangkan profit besar.

Hidup ini hanya permainan, tapi Allah Swt menciptakan kita bukan untuk bermain-main.

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mukminun: 115)

Dari total waktu yang Allah Swt berikan sehari, 24 jam, manusia menghabiskan rata-rata 16 jam atau 66%-nya untuk urusan non-akhirat; 8 jam untuk mengejar ambisi dunia dan 8 jam untuk beristirahat (tidur, makan, dsb).

Apa yang kita lakukan dengan 8 jam sisanya?

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan.” (QS. Al Ahqaf: 20).

Apakah kita dilarang untuk makan, minum, tidur, menikah, dan mengejar cita-cita, kuliah, berkarier, berbisnis, dsb. Tidak! tidak dilarang sama sekali, bahkan semua itu adalah kebutuhan manusia.

Tidur untuk beristirahat, kuliah untuk bekal ilmu dunia dan bekerja untuk menafkahi keluarga. Allah Swt telah memberikan kita nikmat yang sangat banyak.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya” (QS. An Nahl: 18).

Dan setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah. Setelah itu,….semuanya akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Rabb semesta alam.

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”  (QS. At Takatsur: 8)

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al Isro’: 36).

Demikianlah artikel tentatng tujuan hidup di dunia menurut Islam. Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *