Untuk Wanita Yang Ingin Dipoligami

By | October 31, 2015

“Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri kamu sekalipun kamu bersungguh-sungguh (hendak melakukannya); oleh itu janganlah kamu cenderung dengan melampau (berat sebelah kepada isteri yang kamu sayangi) sehingga kamu biarkan isteri yang lain seperti benda yang tergantung (di awan-awan).”

(QS. An-Nisa’:129)

 

Jika Anda adalah wanita yang ingin berumah tangga dengan seorang pria yang sudah menikah. Dia mengajak Anda untuk berpoligami.

Lihatlah rumah tangga dengan istri pertamanya.

Apakah dalam sebuah hubungan yang sehat?

Jika rumah tangga tersebut memiliki sebuah masalah, apakah masalah tersebut akan mempengaruhi kehidupan Anda bersamanya?

Apakah Anda akan dijadikan biang keladi dari sebuah masalah yang memang sudah ada sebelumnya.

Tapi satu yang jelas, jika suami yang ingin menikahi Anda tidak mampu menangani masalah rumah tangga dari istri pertamanya, maka kemungkinan besar ia juga tidak akan mampu menangani masalah dua orang istri sekaligus.

Berhati-hatilah dan pikirkan baik-baik apa yang akan menerpa Anda. Ini akan menjadi boomerang bagi Anda. Anda tidak bisa melihat bola kristal dan mengetahui kisah romansa Anda melalaui jasa paranormal. Ini adalah perbuatan syirik.

Orang-orang yang berusaha menyelesaikan problema rumah tangganya dengan mencari istri baru jarang yang berhasil dalam membentuk rumah tangga yang sukses. Ironisnya, terkadang bahkan dua wanita yang akhirnya menjadi korban.

Mereka hanya ingin melarikan diri sementara dari hubungannya yang berantakan. Tentu saja, tidak ada rumah tangga yang sempurna, sebuah rumah tangga akan selalu memiliki masalahnya dari waktu ke waktu.

Tapi menikahi pria beristri dengan segudang masalah bukanlah pilihan bijak. Walaupun poligami sering dilihat sebagai pernikahan yang hanya menguntungkan kaum laki-laki dan merugikan pihak perempuan.

Faktanya adalah poligami jauh lebih sulit di pihak laki-laki.

Sang suami yang berpoligami bukan hanya harus memenuhi hak dan men-support semua istri dan anak-anaknya secara finansial dan emosional, tapi juga harus mengatur waktu secara adil, menyelesaikan setiap perselisihan yang muncul, dan menjadi pendidik untuk semua anak-anaknya.

Dosa besar akan menanti seorang laki-laki yang tidak bersikap adil terhadap istri-istrinya di dunia.

Di akhirat, orang ini akan dibangkitkan dengan setengah badannya lumpuh. Allah Swt juga dengan keras mengingatkan semua laki-laki yang tidak mampu untuk bersikap adil untuk lebih baik beristri satu saja.

Bagi seorang muslim yang beristri lebih dari satu, poligami adalah tanggung jawab yang besar dan tugas yang sulit. Sementara itu, setiap istri yang dipoligami tidak memiliki tanggung jawab lebih, tidak ada bedanya dengan istri yang tidak dipoligami.

Pada banyak kasus dimana para istri sepakat tinggal di rumah yang sama, tanggung jawab mereka menjadi lebih ringan karena semua tugas di bagi merata, saling bantu membantu mengerjakan pekerjaan rumah bahkan sampai menjadi pengasuh sukarela bagi anak dari istri lainnya.

Semoga bermanfaat…

 

Salam

Sulaymane Idris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *