Waspada! Praktik Pesugihan Untuk Mendapatkan Kekayaan

By | January 18, 2016

“Sesungguhnya apa yang kamu ibadahi selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan.” (al-‘Ankabuut: 17)

Sugih berarti kaya dan pesugihan identik dengan mencari kekayaan.

Yang diinginkan adalah kaya mendadak (instan).

Contoh dari pesugihan adalah ritual pesugihan di Gunung Kemukus Sragen.

Rata-rata yang dilakukan dalam ritual pesugihan (ritual ngipri) adalah ritual yang tidak benar, bisa jadi amalan yang mengada-ada yang diamalkan atau dirutinkan, ada pula yang melakukan ritual syirik, juga ada yang dengan maksiat.

Karena yang namanya setan sangat cinta sekali dengan pelaku syirik, bid’ah dan maksiat. Sehingga mudahlah datang kekayaan.

Beberapa Ritual Pesugihan

1- Pesugihan lewat monyet atau kera (kethek) seperti terjadi di Ngujang, Tulungagung.
2- Pesugihan lewat semedi di goa dan makam seperti di Gunung Selok, Cilacap.
3- Pesugihan lewat ritual seks seperti di Gunung Kemukus, Sragen. Bahkan ada pesugihan model jenis ini yang aneh karena melakukan ritual seks alam ghaib. Awalnya akan terjadi “persetubuhan” antara laki-laki dan perempuan yang bersedia mengandung benih. “Persetubuhan” ini setengah ghaib sifatnya, tidak harus benar-benar menyetubuhi atau disetubuhi oleh seseorang lain secara fisik.
4- Pesugihan lewat ngalap berkah pada pohon seperti di Gunung Kawi, Malang.
5- Pesugihan lewat tumbal dan sesajen seperti di Gunung Srandil, Cilacap.
6- Pesugihan di pantai dengan tumbal ‘nyawa’ seperti di Parang Tritis lewat Nyai Blorong dan Kanjeng Ratu Kidul.
7- Pesugihan lewat pengabulan do’a dari siluman kura-kura, seperti di Desa Jimbung, Klaten
8- Pesugihan lewat kubur para wali sebagaimana yang terjadi di kubur para sunan di Jawa.

Penyimpangan dalam Ritual Pesugihan

1- Syirik dalam ibadah (uluhiyah) bahkan dalam rububiyah (karena yakin yang mengabulkan do’a adalah selain Allah)
2- Ngalap berkah yang tidak syar’i bisa jadi syirik, bisa jadi amalan yang mengada-ngada
3- Semedi atau i’tikaf di petilasan atau kubur tanpa ada petunjuk syar’i
4- Meraih kekayaan dan hajat dunia lewat ritual maksiat seperti lewat ritual seks dengan bukan pasangan yang sah
5- Tawassul (mengambil perantara dalam tersampainya hajat) dengan cara yang tidak benar
6- Harus memenuhi syarat pesugihan dengan menyajikan tumbal dan sesajen
7- Menyandarkan sesuatu pada yang bukan sebab atau mencarinya lewat jimat (tamimah)
8- Beramal akhirat hanya untuk mencari keuntungan dunia semata
9- Melakukan safar terlarang ke gunung, petilasan dan kubur wali
10- Mencontoh pelaku maksiat
11- Melakukan ritual mengada-ada yang tidak pernah dituntunkan

Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

Disarikan dari Buku karya Muhammad Abduh Tuasikal yang berjudul  “Pesugihan, Biar Kaya Mendadak”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *